“Dalam rangka HUT Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke-78, Kadin Jatim berkolaborasi dengan PGI Jatim membuat event yang sangat spektakuler yaitu Jatim Golf Open Tournament 2023 yang memperebutkan dua piala bergilir, piala Ketua DPD RI ke -4 dan piala Gubernur Jatim yang ke-3,” ujar M. Rizal, Sabtu (7/10/2023).
Turnamen dibagi menjadi dua kelompok, pertama turnamen golf junior dengan jumlah peserta sebanyak 51 pegolf, mulai 6 – 8 Oktober 2023 dengan standar The World Amateur Golf Rangkings (WAGR).
“Untuk kategori junior, yang mengikuti rata-rata adalah atlet golf yang lolos babak kualifikasi PON yang nantinya akan bertanding di PON 2024,” tutur Rizal.
Kedua adalah peserta amatir atau senior dengan jumlah peserta sebanyak 300 pegolf, dengan dua shotgun, pagi dan siang. “Ini adalah event golf terbesar yang diadakan oleh Kadin Jatim dengan PGI Jatim. Harapan kami, dengan semakin banyaknya turnamen yang diadakan, maka dunia golf di Jatim lebih maju lagi,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini dunia golf di Jatim sudah mulai tumbuh. Ini ditandai dengan semakin banyaknya lembaga yang mengadakan turnamen dan pelatihan. Salah satunya adalah Gudang Garam yang telah konsen melakukan pendampingan kepada pegolf perempuan seperti pegolf Junior Jennifer Quinn Effendi dan dengan membuat club di Kediri. Bahkan perusahaan ini berencana membuat lapangan golf 18 hole.
“Mahasiswa di Perguruan Tinggi juga banyak yang menekuni olah raga golf, di Institute Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya atau ITS, Universitas Negeri Surabaya atau Unesa, bahkan Universitas Brawijaya juga akan membuat kurikulum golf,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, bahwa saat ini peminat olah raga golf semakin banyak. Dan ini harus ditangkap oleh stakeholder terkait dengan melakukan pendampingan yang bagus dan terstandar agar tercipta pegolf handal kelas dunia.
“Sebenarnya Indonesia punya bibit-bibit pegolf yang bertalenta, tetapi beberapa atlet kita sudah diambil Universitas Amerika, mereka mencari atlet di seluruh dunia, mana yang memiliki talenta golf dunia. Diberi beasiswa kuliah di sana dan bermain golf di sana. Nah, atlet yang ada ini juga ingin meniru pendahulunya bisa bermain golf sekaligus kuliah di Amerika.
Sehingga kita harus mencetak altet golf terus, salah satunya dengan mengadakan turnamen. Kedepan turnamen lebih sering digalakkan agar lebih terasah dan terlatih,” katanya.
Kemudian, Adik juga mengatakan pentingnya sertifikasi kompetensi pelatih golf. Karena sejauh ini belum ada standar kompetensi dan sertifikat kompetensi untuk pelatih. “Ini akan dilakukan PGI di seluruh Indonesia. Sehingga atlet golf nantinya benar-benar ada tingkatannya, tidak sekedar menjadi hobi. Untuk mencetak atlet golf, pelatih harus memiliki sertifikat kompetensi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Japto Soelistyo Soerjosoemarno menjelaskan “Jatim Golf Open Tournament 2023” menjadi satu tambahan kegiatan turnamen bagi para pemain golf, baik junior, amatir dan ladies dalam rangka pembinaan olah raga.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, prestasi-prestasi kita, pembinaan juniornya semakin bertambah. Setiap ada turnamen, PGI selalu meminta disiapkan slot untuk atlet, baik amatir maupun junior,” jelasnya.
Japto menegaskan, setiap daerah harus memiliki pembinaan sehingga tidak akan terjadi seperti beberapa tahun yang lalu, dimana setiap akan mendekati PON terjadi mutasi atlet.
