Tinjau Posko Karhutla Gunung Lawu, Gubernur Khofifah Terus Koordinasikan Pemaksimalan Water Bombing dan Pembuatan Sekat Bakar

- Editor

Selasa, 10 Oktober 2023 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGETAN, KANALINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Lawu di Kantor Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Selasa, (10/10/2023).

Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah yang didampingi Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, Pj. Bupati Magetan, Hergunadi dan Kepala Dinas Kehutanan Jatim, langsung mengecek dapur umum Tagana. Di sana tampak para relawan, masyarakat dan petugas.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memaksimalkan proses pemadaman karhutla Gunung Lawu. Utamanya, melalui pemadaman udara atau water bombing menggunakan helikopter PK-DBM milik BNPB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinasi yang dilakukan ini, kata Khofifah, sudah sejak 1 Oktober lalu. Setelah diperoleh data luas dan lokasi titik mana saja terdapat titik api, maka segera diidentifikasi mana yang membutuhkan support untuk water bombing.

“Maka ketika Tim dari BNPB sudah datang tanggal 2 Oktober, mereka melakukan identifikasi di titik koordinat. Kemudian tanggal 3 Oktober, helikopternya datang untuk melakukan proses water bombing setengah hari karena faktor cuaca,” jelasnya.

“Kemudian pada tanggal 4 sudah berjalan lancar. Per jam sampai siang ini tadi informasinya sudah 5 rit water bombing, biasanya sampai 12 sampai 15 kali, tergantung titik air dan cuaca. Sumber air yang diambil untuk water bombing ini berasal dari Telaga Sarangan. Sehingga kecepatan pengambilan air dan kecepatan pemadaman bisa dihitung dengan baik,” tukasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Khofifah, upaya pemadaman via darat juga terus dilakukan lewat pembuatan ilaran atau sekat bakar/batas bakar di sekitar titik api. Hal ini penting dilakukan supaya api tidak menjalar luas atau melebihi batas itu.

Baca Juga :  Disnakkan Magetan Bersama Univ. Brawijaya Gelar Lawu Fun Run

“Saat ini sedang dilakukan proses monitoring karena dikhawatirkan ada batas bakar yang kemudian juga ikut terbakar. Karena antara hutan lindung dan hutan industri harus dilakukan proses perlindungan. Jangan sampai kemudian yang hutan industri juga ikut terbakar ini dampak ekonominya bisa lebih besar,” bebernya.

Khofifah melanjutkan, berdasarkan data BPBD Jatim, perkembangan terkait karhutla di Gunung Lawu per 10 Oktober 2023 pukul 06.00 WIB yakni total ilaran atau sekat bakar yang sudah dibuat ± 9.607 meter. Ilaran ini ada di Perbatasan Jabung-Karanggupito, Ngiliran, Sukowidi-Tapak hingga Getasanyar.

“Tim jalur darat dari posko wilayah Ngawi rencananya akan melanjutkan pembuatan ilaran di wilayah Ukir Bayi,” urai dia.

Pemantauan terkait bencana alam, ungkap Khofifah terus dilakukan. Bahkan, dirinya memiliki grup percakapan WhatsApp yang setiap saat saling memberikan update. Grup ini berisi berbagai pihak dan instansi yang terkait dengan penanganan bencana alam.

“Sehingga kapanpun ada kejadian, perubahan, perluasan atau mungkin pemadaman kebakaran bahkan banjir, longsor dan lain-lain, semua sebetulnya sudah terkonfirmasi lewat grup WA yang semua stakeholder itu menjadi bagian di dalamnya,” tegasnya.

“Sehingga kita saling berinteraksi mendapatkan update bagaimana solusinya, kalau harus dievakuasi bagaimana evakuasinya, kalau ada yang perlu penanganan di rumah sakit bagaimana penanganannya dan seterusnya. Ini sebetulnya SOP nya sudah cukup paten,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ke depan setelah karhutla Gunung Lawu teratasi akan dilakukan upaya penanaman. Pemprov Jatim akan melakukan assessment kemungkinan melakukan aeroseeding. Namun upaya ini harus dilakukan assessment terlebih dahulu antara topografi wilayah dengan jenis bibit tanaman yang akan disebar.

Baca Juga :  Disnakkan Magetan Bersama Univ. Brawijaya Gelar Lawu Fun Run

“Aeroseeding ini biasanya dilakukan di musim hujan. Bagaimana proses asesment supaya hutan-hutan yang pernah ada tanaman-tanaman varian keragaman hayati yang pernah ada relatif kita bisa melakukan proses recovery bersama,” sebutnya.

“Jadi memang aeroseeding ini karena keterjalan area sehingga perlu dilakukan penyebaran bibit tanaman melalui udara. Jadi sekali lagi saya sampaikan bahwa, daya dukung alam dan daya dukung lingkungan harus tetap kita maksimalkan dan kita jaga bersama,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan dalam rangka penanganan Karhutla Gunung Lawu secara simbolis kepada Pj Bupati Magetan, Hergunadi. Antara lain berupa, sembako 100 paket, gula 100 kg, minyak goreng 50 kg, baju damkar 10 pcs, sepatu damkar 10 pasang, helm damkar 10 unit, kacamata google 100 pcs, masker KF 480 pcs, dan tambahan permakanan.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari BPBD Jatim, untuk lokasi karhutla Gunung Lawu ini sendiri berada di Petak 28,39,40,41,42, RPH Manyul, BKPH Lawu Utara, Ds. Giri Mulyo, Kec. Jogorogo, Kab. Ngawi. Kemudian Petak 30 RPH Ngetrep, BKPH Lawu Utara, Ds. Giri Mulyo, Kec. Jogorogo, Kab. Ngawi, serta Ds. Jabung, Ds. Ngiliran, Ds. Sukowidi dan Ds. Tapak, Kec. Panekan, Kab. Magetan. Sedangkan luas area Gunung Lawu yang terbakar ± 2.041 Ha. (ari)

Berita Terkait

Disnakkan Magetan Bersama Univ. Brawijaya Gelar Lawu Fun Run
DPRD Magetan Terima LPj Bupati dengan Sejumlah Catatan
BPD se Magetan Dapat Tambahan Masa Jabatan
Mengawali Coklit, Pantarlih se Magetan Ikuti Apel Akbar
2033 PPDP Ditetapkan KPU Magetan, Besok Dilantik
KPU Magetan Buka Pendaftaran PPDP
Sempat Berontak Seperti Merk Sebuah Mobil Ternama Kuda Jingkrak, Sapi Qurban di Masjid Kuno Tamanarum Akhirnya Bisa Dieksekusi
3 Petahana KPU Magetan Terpilih Kembali

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 16:59 WIB

Disnakkan Magetan Bersama Univ. Brawijaya Gelar Lawu Fun Run

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:40 WIB

DPRD Magetan Terima LPj Bupati dengan Sejumlah Catatan

Selasa, 9 Juli 2024 - 18:11 WIB

BPD se Magetan Dapat Tambahan Masa Jabatan

Selasa, 25 Juni 2024 - 14:31 WIB

Mengawali Coklit, Pantarlih se Magetan Ikuti Apel Akbar

Minggu, 23 Juni 2024 - 12:34 WIB

2033 PPDP Ditetapkan KPU Magetan, Besok Dilantik

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:03 WIB

KPU Magetan Buka Pendaftaran PPDP

Senin, 17 Juni 2024 - 15:40 WIB

Sempat Berontak Seperti Merk Sebuah Mobil Ternama Kuda Jingkrak, Sapi Qurban di Masjid Kuno Tamanarum Akhirnya Bisa Dieksekusi

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:23 WIB

3 Petahana KPU Magetan Terpilih Kembali

KANAL TERKINI

KANAL MAGETAN

Disnakkan Magetan Bersama Univ. Brawijaya Gelar Lawu Fun Run

Sabtu, 20 Jul 2024 - 16:59 WIB