Sementara itu, Director of Asia Pacific & 10th World Water Forum, Yoon-Jin Kim, menyebut Indonesia dipilih sebagai tuan rumah WWF ke-10 karena memiliki pengalaman dalam mengatasi krisis air.
“Indonesia memiliki area yang luas, dan di Bali khususnya, air menjadi pusat budaya dan pengembangan di berbagai aspek,” kata dia.
Kim berharap forum ini dapat menjadi platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang krisis air dan mendorong kerja sama internasional untuk mengatasi masalah ini.
Kim juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dalam mengatasi krisis air. Menurutnya, krisis air dapat berdampak pada produksi pangan, sehingga dapat menyebabkan kelaparan dan kerawanan pangan.
“Kami berharap forum ini bisa mencarikan solusi atau jawaban, termasuk ancaman krisis ketahanan pangan,” tandas Kim.
WWF ke-10 akan diselenggarakan di Bali pada 18-24 Mei 2024. Acara ini akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam mengatasi krisis air global. Indonesia juga akan mendorong kerja sama internasional untuk mengatasi masalah ini. (Rudi_Kanalindonesia.com)
