Hal tersebut disebabkan karena belum teralisasinya penumpukan barang karena menunggu muat ke kapal maupun adanya cuaca buruk dari BMKG, sedangkan tercapainya produksi di tahun 2022 dalam satuan ton disebabkan karena meningkatnya masa penumpukan atau produksi dalam satuan ton terutama tiang pancang dan tiang PJU disamping barang-barang lain & dalam satuan M³ disebabkan karena meningkatnya muatan seperti besi rangka, g-tainer, mobil baru, galvalum dan kegiatan oper muatan barang general cargo untuk truk yang menggunakan kapal roro.
“Realisasi produksi pelayanan barang non petikemas RORO di Terminal Penumpang dan roro s/d Triwulan III tahun 2023 terealisasi 153.522 Unit atau tercapai 116% dari anggaran RKAP s/d Triwulan III tahun 2023 dan 130% dari realisasi tahun 2022 sebesar 117.350 Unit. Hal ini disebabkan adanya 7 operator kapal dengan kepadatan rata-rata per hari dengan 13 kapal penumpang dan roro dan kapasitas kapal yang cukup besar,” papar Kahumas.
Realisasi Produksi Rupa-Rupa Usaha di Terminal Penumpang dan Roro s/d Triwulan III tahun 2023 terealisasi 486.787 lembar atau tercapai 154% dari anggaran RKAP s/d Triwulan III tahun 2023 dan 110% dari realisasi 2022 sebesar 440.113 lembar. Hal ini disebabkan adanya kenaikan jumlah penumpang kapal laut domestik terutama tujuan wisata (Lembar dan Labuan Bajo) dan Indonesia Timur dengan libur sekolah.
Realisasi arus hewan di Pelabuhan Kalimas s/d Triwulan III tahun 2023 terealisasi 2.090 ekor tercapai 2.049% dari anggaran RKAP s/d Triwulan III tahun 2023 dan 2.111% untuk satuan ekor dari realisasi 2022 sebanyak 99 ekor. Hal ini dipengaruhi konsumsi daging cukup tinggi setelah pelonggaran aturan tentang pembatasan ternak yang masuk di Jawa Timur oleh Pemerintah Daerah.
“Pelindo akan selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan jasa kepelabuhanan yang efisien dan terjangkau bagi semua kalangan, guna meningkatkan laju pertumbuhan arus logistik di Indonesia maupun internasional,” tutup Rendy Fendy. (ari)
