SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kepolisian menaikkan status Arnold Zadrach Sitaniya alias AZS (27), warga Kedurus, Karang Pilang Surabaya sebagai tersangka dalam kasus tewasnya tiga personel band Ogie and Friends di Surabaya. Selain itu, AZS selaku bartender Cruz Lounge Bar Hotel Vasa dijerat polisi dengan pasal berlapis, salah satunya pembunuhan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce mengatakan penetapan tersangka terhadap Arnold sendiri berdasarkan dari keterangan para saksi maupun ahli serta penemuan berbagai alat bukti saat olah TKP hingga pasca dilakukan autopsi jasad korban oleh tim dokter dari Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya.
Sedangkan pasal berlapis yang disangkakan yaitu Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 204 KUHP yang mengatur tentang ancaman hukuman bagi produsen miras oplosan.
“AJS ditetapkan tersangka. Disangkakan dengan Pasal 338 KUHP dan Pasal 204 KUHP, ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” kata Pasma saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (5/1/2024).
Menurut Pasma, dari hasil penyelidikan Tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, diketahui tersangka menyediakan 9 karafe miras. Arnold diduga mencampur miras tersebut dengan zat etanol, hingga menewaskan tiga orang.
Para personel band itu mengkonsumsi minuman spirit berjumlah sembilan karafe atau teko kaca masing-masing berukuran 750 mililiter. Dari sembilan karafe itu, empat karafe berisi campuran masing-masing 375 mililiter Bacardi, 100 mililiter etanol, 200 mililiter minuman rasa Cranberries dan es batu kristal.
Lalu lima karafe lainnya masing-masing berisi campuran 375 Skyy Vodka, 100 mililiter etanol, 200 mililiter minuman rasa Cranberries serta es batu kristal. Sementara itu zat etanol yang dicampurkan ke dalam minuman tersebut diperoleh AGS dari pihak manajemen Cruz (Cruz Lounge Bar) Hotel Vasa yang dibeli dari supplier CV Berkat Agung Sejahtera.
“Supplier ini membeli ke toko daring Botanica Store di Shopee dengan pesanan alkohol food grade. Namun diuji forensik alkohol pesanan justru mengandung metanol, zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh,” paparnya.
Masih kata Pasma, minuman itu diperoleh dengan cara under table alias tidak melalui kasir Hotel Vasa sebagaimana mestinya.
“Dengan fakta-fakta itu telah menguatkan bahwa AZS telah mencampur minuman ke dalam teko-teko atau karafe dalam bentuk khusus kemudian dihidangkan dan dikonsumsi terhadap korban. Maka dengan assesment dari para ahli ini yang mendukung terhadap keyakinan dari penyidik untuk meningkatkan menjadi proses penyidikan lebih lanjut,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga personel band Ogie and Friends tewas usai tampil di Hotel Vasa, Surabaya. Ketiganya adalah William Adolf Refly (WAR) sebagai drummer, Reza Ghulam Achmad (RGA) selaku pemain saxofone dan Indro Purnomo pengusaha sound system yang merupakan kolega dari Band Ogie and Friends. Hasil autopsi menyebut jika meninggalnya para korban diduga akibat zat metanol yang ditemukan pada tubuh.
Kasus bermula ketika band berjumlah sembilan personel tersebut sedang mengisi acara di Crouze Lounge Bar, Hotel Vasa Surabaya, pada Jumat, 22 Desember 2023, dari pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 23.30 WIB.
Di sela penampilannya itu, para personel menerima compliment berupa dua merek minuman spirit, yakni Skyy Vodka dan Bacardi yang disajikan berjumlah sembilan karafe.
Minuman oplosan itu kemudian diminum oleh sembilan personel band tersebut secara bergantian di setiap jeda bermusik.

