Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber Adalah Rel Pemberitaan Online di Indonesia

PRINSIP VERIFIKASI, SEBUAH KONSEKUENSI ATAS DIGITALISASI

Dalam perkembangan dunia jurnalisme, lazim kita dengar maupun baca istilah seperti jurnalisme cetak, jurnalisme warga, jurnalisme online, dan masih banyak lagi. Seiring waktu, istilah baru pun muncul dan berkembang dengan makna yang didefinisikan, corak dari istilah-istilah tersebut juga memiliki perbedaan.

Dalam pemberitaan online, prinsip verifikasi adalah salah satu yang wajib diterapkan. Karena dengan verifikasi, sebuah berita yang memenuhi syarat akan bisa terbit dan mengedukasi pembaca, tetapi jika tidak diverifikasi, maka konsekuensi atas publikasi berita tersebut akan mengikuti.

Maka, penting untuk menulis dan memuat sebuah informasi secara berimbang dan faktual dalam semua karya tulis. Karena pada dasarnya, penulis akan memberitahukan sebuah informasi kepada khalayak umum, maka tanggungjawab atas persepsi khalayak turut menjadi tanggungjawab penulis beserta media publikasi.

Informasi yang berimbang, tidak akan membuat informasi menjadi provokatif. Salah satu ciri dari konten provokatif adalah menghilangkan sebagian informasi yang seharusnya ditulis, atau dengan mengubah pilihan diksi yang cenderung berkonotasi negatif. Apabila masih dilakukan, maka pemahaman atas kode etik jurnalistik dan pedoman media siber patut dipertanyakan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita