Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Opini

Politik Baru di Balik Kemampuan Ikut Memenangkan Pilpres Lima Kali Berturut-turut

Politik Baru di Balik Kemampuan Ikut Memenangkan Pilpres Lima Kali Berturut-turut

Ini hukum pertamanya, perilaku pemilih. Masalahnya, bagaimana cara kita tahu? Bagaimana tahu apa yang ada dalam the heart and the mind of the people, yang 204 juta banyaknya? Persepsi mereka pun dinamis, berubah-rubah setiap waktu.

Ini elemen kedua dalam politik baru. Yaitu datangnya revolusi ilmu sosial. Ilmu pengetahuan sudah sampai di sana. Ilmu statistik sudah tiba di sini.

Suara 204 juta pemilih bisa kita ketahui hanya dari 1200 warga saja, yang dipilih berdasar metodelogi tertentu. Hanya dari 1200 orang saja, kita bisa mengetahui apa yang bergema pada pemilih Indonesia, dari Aceh sampai Papua,.

Kombinasin inilah, ilmu sosial kuantitatif yang dikawinkan dengan politik praktis, membuat LSI Denny JA memiliki perangkat yang besar sekali, untuk ikut membaca peta opini, dan juga kemudian mengubah peta opini.

Karena itu, kepada para tokoh yang ingin menjadi pemimpin di Indonesia, apakah gubernur, bupati, walikota, apalagi presiden, ia boleh dibantu siapapun.

Namun jika ia ingin menang dan terpilih, ia perlu berada dalam gelombang politik baru.

Harus dipastikan bahwa di sebelah kanannya berdiri lembaga survei, dan di sebelah kirinya berdiri konsultan politik. Tentu saja lembaga survei dan konsultan politik yang kredibel, yang jejaknya tercium dan tersimpan di internet.

*Penulis adalah Konsultan Politik, Founder LSI-Denny JA, Penggagas Puisi Esai, Sastrawan, Ketua Umum Satupena, dan Penulis Buku.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita