Diangkat dari Kisah Nyata Asal Trenggalek, Sinden Sarinten Meneror di Film Horor “Sinden Gaib”

- Editor

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Apa jadinya jika kecerobohan malah berdampak melahirkan teror yang mengancam keselamatan nyawa? Hal itulah yang terjadi pada Ayu, yang jiwanya harus berbagi dengan sosok Sinden Gaib bernama Sarinten. Kejadian itu bermula saat Ayu dan beberapa temannya tengah melakukan syuting dokumenter tentang tarian Turonggo Yakso di Trenggalek, Jawa Timur.

Salah satu teman Ayu, mengambil batu keramat di Watu Kandang, Trenggalek, yang menjadi lokasi syuting dokumenter tersebut. Sejak itu, hingga kini Ayu harus hidup berdampingan dengan sosok yang merasukinya, Mbah Sarinten.

Kisah nyata yang dialami Ayu itu pun diangkat ke dalam film horor berjudul “Sinden Gaib” persembahan Starvision dari produser Chand Parwez Servia dan sutradara Faozan Rizal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Film “Sinden Gaib” berkisah tentang Ayu yang terus didatangi sosok sinden dari jagat alam gaib, Sarinten. Banyak paranormal diminta mengatasi gangguan itu, sampai melibatkan kreator konten supranatural. Namun, gangguan justru semakin menjadi-jadi. Hingga kini, Sarinten bersemayam di tubuh Ayu.

Film “Sinden Gaib” dibintangi oleh penyanyi Sara Fajira sebagai Ayu dan Yuyun Arfah yang berperan sebagai Mbah Sarinten. Sara Fajira tampil begitu mengesankan di film ketika ia dirasuki sosok Mbah Sarinten.

Di film, Sara juga beberapa kali nyinden, seperti peristiwa di kisah nyata yang dialami Ayu. Film ini juga mengambil lokasi syuting di tempat kejadian nyata pertama kalinya Ayu bersinggungan dengan sosok Mbah Sarinten yang merasukinya.

Produser film “Sinden Gaib” Chand Parwez Servia mengungkapkan melalui film ini Starvision ingin menghadirkan kisah film horor yang diangkat dari kisah nyata dan bisa menjadi pembelajaran bagi penonton agar selalu menjaga tata krama ketika berkunjung ke suatu tempat baru, sehingga hal-hal yang bisa memunculkan risiko bisa dihindari.

Baca Juga :  Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids "Anti Bully" Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo

“Film “Sinden Gaib” ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang ada di Trenggalek, Jawa Timur, yang terjadi pada 2010 dan sempat viral pada 2019. Starvision percaya cerita- cerita yang memiliki nilai lokalitas kedaerahan juga punya relevansi bagi penonton luas, lewat genre horor.

“Film ini juga mengajarkan kita agar selalu menghormati yang menjadi kepercayaan lokal dan selalu berhati-hati dalam setiap bertindak,” ungkap produser film “Sinden Gaib”, Chand Parwez Sevria pada acara nobar film “Sinden Gaib” bareng Cast di XXI Royal Plaza, Surabaya. Jumat, (23/2/2024).

Sementara itu, sutradara Faozan Rizal menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan sosok Mbah Sarinten yang hidup berdampingan dengan Ayu. Ketika itu, Faozan sempat terkejut saat dirinya ingin berbicara dengan Ayu, malah sosok Mbah Sarinten yang hadir di tubuh Ayu.

“Yang masih teringat ketika pertama kali bertemu Ayu atau Sarinten itu adalah tatapan matanya yang waktu itu melirik tajam ke saya dan langsung tanya, “kowe percaya aku?” (kamu percaya saya?). Kaget saya, karena baru saja mau salaman dengan Ayu (tokoh asli) tetiba Sarinten langsung masuk ke dalam dirinya. Melihat saya agak ragu, Sarinten bertanya lagi, “aku cantik ndak?” (aku cantik tidak?). Langsung saya jawab, “ya, saya percaya mbah cantik sekali.” Langsung Sarinten tertawa,” ungkap Faozan.

Momen syuting pun tidak kalah mistisnya. Di lokasi, beberapa kali Faozan Rizal dan kru mengalami peristiwa ganjil. Seperti ketika ia mendapat bisikan saat syuting di Watu Kandang, Trenggalek, salah satu lokasi yang ada di dunia nyata tempat Ayu kerasukan Mbah Sarinten.

Baca Juga :  Sambut Lebaran 2024 dengan Tayangan Seru di Cinépolis Cinemas Ponorogo

Di film “Sinden Gaib” penonton juga akan mengalami pengalaman mistis lewat lagu- lagu sinden dengan sentuhan Banyuwangi. Sara Fajira menceritakan pengalamannya bermain sebagai Ayu di film ini.

“Ini adalah pengalaman yang sangat kompleks bagiku. Selain berakting, aku juga harus menyinden dengan langgam Banyuwangi. Penonton akan melihat sosok Ayu yang misterius di film “Sinden Gaib”. Bekerja sama dengan Starvision dan Mas Faozan Rizal serta seluruh pemeran dan kru sangat membantuku untuk memerankan Ayu yang harus membagi jiwanya dengan Mbah Sarinten,” tutur Sara.

“Sinden Gaib” dibintangi oleh Sara Fajira, Riza Syah, Dimas Aditya, Naufal Samudra, Arla Ailani, Laras Sardi, Rizky Hanggono, Yeyen Lidya, Liek Suyanto, Yuyun Arfah, Novita Hardini, dll.
Film horor “Sinden Gaib” tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Februari 2024. Ikuti terus perkembangan informasi terbarunya melalui akun media sosial Instagram resmi @sindengaib @starvisionplus dan TikTok @Starvisionhorrormovie

Sinopsis
Sebuah film horor yang diangkat dari kisah nyata. Seorang pemuda mengambil batu keramat ketika syuting tarian Ayu dan Rara di Watu Kandang, Trenggalek. Setelah itu, Ayu terus didatangi sosok sinden dari jagat alam gaib, Sarinten. Banyak paranormal diminta mengatasi gangguan itu, sampai melibatkan konten kreator supranatural. Namun, gangguan justru semakin menjadi-jadi. Hingga kini, Sarinten bersemayam di tubuh Ayu. (ari)

Berita Terkait

Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo
Sambut Lebaran 2024 dengan Tayangan Seru di Cinépolis Cinemas Ponorogo
Ratusan Warga Nikmati Pesona Balon Udara, pada Babak Penyisihan Pertama Pekalongan Ballon Festival 2024
Komedian HM Cheng Hoo Djadi Galajapo Luncurkan Buku Antologi Puisi
Penyanyi Cilik Kenneth Trevi Kampanye Anti Perundungan Lewat Lagu “Jangan Bully” dan “Anti Bully”
Bangkitkan Ruh Lagu Anak Era 90-an, Messa Eko Rilis Lagu “Dicipta Bahagia” Karya Rulli Aryanto
Jadi Badut Jalanan, Ekosangmalam Ekspresikan Pahitnya Putus Cinta di Videoklip Lagu Rindu
Pakar Antropologi Ungkap Tradisi Penggunaan Uang Baru untuk THR

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 11:31 WIB

Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo

Selasa, 16 April 2024 - 21:45 WIB

Sambut Lebaran 2024 dengan Tayangan Seru di Cinépolis Cinemas Ponorogo

Sabtu, 13 April 2024 - 19:42 WIB

Ratusan Warga Nikmati Pesona Balon Udara, pada Babak Penyisihan Pertama Pekalongan Ballon Festival 2024

Sabtu, 6 April 2024 - 09:49 WIB

Komedian HM Cheng Hoo Djadi Galajapo Luncurkan Buku Antologi Puisi

Jumat, 5 April 2024 - 15:47 WIB

Penyanyi Cilik Kenneth Trevi Kampanye Anti Perundungan Lewat Lagu “Jangan Bully” dan “Anti Bully”

Rabu, 3 April 2024 - 09:36 WIB

Bangkitkan Ruh Lagu Anak Era 90-an, Messa Eko Rilis Lagu “Dicipta Bahagia” Karya Rulli Aryanto

Selasa, 2 April 2024 - 08:04 WIB

Jadi Badut Jalanan, Ekosangmalam Ekspresikan Pahitnya Putus Cinta di Videoklip Lagu Rindu

Senin, 1 April 2024 - 11:21 WIB

Pakar Antropologi Ungkap Tradisi Penggunaan Uang Baru untuk THR

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 Apr 2024 - 15:56 WIB