Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATENG

Rektor USM Mewisuda 1044 Lulusan

Rektor USM Mewisuda 1044 Lulusan

Nilai keempat, katanya, adalah sikap-sikap intelektual yang beradab dan bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Selalu menghayati 4 pilar kehidupan bangsa, karena visi USM adalah salah satunya berke-Indonesiaan. Empat pilar tersebut yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

”Sikap berbudaya, kreatif, toleran, demokratis, tangguh serta berani membela kebenaran. USM akan fasilitasi untuk diskusi berani membela kebenaran. Kemajuan teknologi industri 4.0 yang akan membangun 5.0, peluang-peluang kerja baru akan muncul tetapi saya yakin dengan bekal ilmu saudara in syaa Allah akan mampu ambil peran, tampil memberi solusi pada persoalan sosial masyarakat, menjadi subjek, menghadirkan manfaat, menjadi agen-agen perubahan dan kemajuan dalam suasana yang harmoni dan menjadi orang orang yang berprestasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM mengatakan, Universitas Semarang merupakan universitas yang digagas oleh tokoh tokoh dari Undip.

”Saya selaku ketua pengurus yayasan alumni Universitas Diponegoro mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu yang telah menitipkan putra/putrinya untuk studi di Universitas Semarang, tentu wisudawan wisudawati ini bangga kuliah di usm,” katanya.

Menurutnya, USM adalah jembatan masa depan kesuksesan. Kelulusan ini layak dirayakan dan disyukuri.

”Inilah perjuangan saudara hari ini merayakan kemenangan saudara, perlu saudara syukuri. Saya ada satu pemikiran, mengutip seorang pejungga tentang pendidikan, apalah artinya pendidikan jika dipisahkan oleh kehidupan, kutipan dari pujangga Rendra. apa guna ngilmu kalau tidak bisa disatukan di kehidupan, apa gunanya pendidikan jika hanya bagai layang-layang di kota, apa guna pendidikan jika akan kembali ke daerah terasa sepi dan asing,” ujarnya.

Artinya, katanya, jika sudah menjadi sarjana hukum, master hukum, ahli madya, kalau tidak bisa digunakan dan berkontribusi di masyarakat di lingkungan maka tidak akan memberi manfaat.

”Menurut pandangan saya, pendidikan itu adalah tiket untuk bisa sukses. Kami berharap, para wisudawan tidak berakhir di sini, saudara masih sebagai alumni Universitas Semarang dan silahturahmi itu perlu dijaga terus karena suatu saat nanti saudara membutuhkan para dosen-dosen untuk bisa merekomendasikan saudara ke jenjang yang lebih tinggi untuk sukses,” tandasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita