Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh wartawan senior Amang Mawardi (72) yang juga sesepuh komunitas Warumas. Amang menyatakan apresiasinya yang tinggi terhadap PWI Jatim yang memberi wadah luas bagi pengembangan seni budaya di Jawa Timur. Amang menyebut, dalam perayaan HUT PWI Jatim ke-78 ini, selain pameran lukisan juga diadakan pagelaran musik bertajuk Prapanca Jazz oleh musisi Jatim pada awal Pebruari lalu.
“Ini membuktikan PWI Jatim sangat peduli terhadap perkembangan seni budaya di Jawa Timur,” ujar Amang.
Bermula dari Obrolan di WAG
Mengamati perjalanan karya komunitas Warumas ini cukup menarik. Ide untuk membuat buku antologi puisi ini bermula dari obrolan di grup WA. Walaupun secara kedinasan, banyak para wartawan yang sudah pensiun dari perusahaan media, namun semua anggota bertekad untuk menolak pensiun berkarya. Terus berkarya, khususnya karya puisi. Dan lahirlah buku Antologi Puisi seri pertama, bertajuk “Kutulis Puisi Ini” yang rilis bulan Pebruari 2022 di kampus Untag Surabaya. Dan secara berkala disusul oleh penerbitan buku Antologi Puisi seri selanjutnya dengan lokasi peluncuran buku yang berbeda.
Dari hal sederhana, penerbitan karya puisi itu juga memantik semangat anggota Warumas untuk terus berkarya. Secara perseorangan, beberapa anggota termotivasi untuk menerbitkan karya sendiri. Misalnya, Imung Mulyanto, pada November 2023 sudah merilis karya novelnya “Simfoni Di Ujung Senja” dan kini sedang menyelesaikan novel keduanya. Amang Mawardi, menerbitkan lagi buku karya terbarunya berupa kumpulan essai dan antologi puisi tunggal. Achmad Pramudito, pada akhir Januari 2024 lalu juga menerbitkan karya bukunya “Jurnalis, Cinta & Kehidupan”. Beberapa anggota juga bersiap menyelesaikan karya bukunya masing-masing.*

