GRESIK, KANALINDONESUA.CIM: Pekerja proyek rehabilitasi gedung UPT SDN 230 Gresik mengeluh, hal itu disampaikan oleh wakil mandor proyek, Joko (40) yang ada di lokasi.
Lelaki kurus asal Cilacap tersebut mengeluh karena sudah dua bulan tak kunjung dibayar oleh PT. HM. Karena, Joko membawahi dari beberapa pekerja, yakni 6 orang tenaga tukang dan 6 orang pembantu tukang.
Joko pun menceritakan kesehariannya saat berada di perantauan tersebut.
“Tiap harinya kami dan kawan-kawan untuk makannya ngebon di warung sebelah, tagihan per hari ini sekitar 5 juta rupiah, kemarin pemilik warung nagih sama saya, tak bilang belum ada,” ujar Joko, Senin(11/03/2024).
Dari pengakuan Joko, untuk total upah yang harus dibayar oleh PT. HM kepada 12 pekerja itu, jumlahnya mencapai sekitar Rp48 juta.
Nah, lanjut Joko,” pada saat kami nagih sama owner dari PT HM, malah mengancam akan menghabisi saya. Tidak itu saja, Dia juga mengancam akan mendatangkan preman, ke lokasi proyek, untuk membubarkan kami, sekarang nomor kami diblokir olehnya,” tandas Joko.
“Kami orang jauh mas, berharap ada orang baik yang mau menolong kami, kelurga kami menunggu kiriman uang dari kami. Jangankan ongkos untuk pulang ke kampung, untuk makan sehari-hari saja kami kesulitan, ya kalau terpaksa, kalau Dia tidak kooperatif, atap yang sudah kami pasang akan kami bongkar buat ongkos pulang,” ujar Joko.
Saat wartawan berusaha konfirmasi ke pemilik PT. HM melalui sambungan telephone seluler namun belum mendapatkan jawaban.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Harianto saat dikonfirmasi melalui telepon pribadinya, pihaknya mengatakan akan sidak ke lokasi proyek.
“Kami akan sidak ke lokasi, kaitan dengan keluhan pekerja Rehabilitasi dan Renovasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang ada di UPT SDN 230 Gresik, secepatnya,”ujar Kepala Dinas Pendidikan Gresik. (Irwan_kanalindonesia.com)

