MALANG,KANALINDONESIA.COM: Dalam perkembangan ilmu kedokteran , diperkirakan hingga pada tahun 1544 Hijriah / 2120 Masehi (abad kedua NU), diproyeksikan akan terealisasi kemajuan iptek, di antaranya dalam wujud Super Advance Artificial Inteligent (SA-AI) dan femto-medicine. Keduanya diharapkan mendukung peningkatan kesejahteraan umat manusia, khususnya di bidang kedokteran dan kesehatan. Dibalik manfaatnya juga dikhawatirkan munculnya sisi negatif. Perlu diantisipasi potensi dampak negatif bagi fisik dan mental manusia, maupun keagamaannya.
Untuk itu, Pimpinan Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PP-PDNU) menjadikannya salah satu aspek proyeksi pikir dalam merancang program-programnya. Sehingga selain membumi, inklusif-kolaboratif, program harus juga proaktif dan futuristik. Hal ini di bahas dalam Rapat Kerja PPPDNU yang dilaksanakan di Malang, Sabtu (9/3/24).
Ketua Umum PDNU Dr.dr. Muhammad S. Niam, M.Kes, FINACS, SpB-KBD pimpin langsung Raker dan menyampaikan dua bahasan utama yaitu 1. Posisi dan peran strategis PDNU dalam pembangunan Kesehatan Nahdliyin dan Indonesia 2.
Program Nasional PDNU yang terdiri atas Program Utama hingga tahun 2028 dan Program Prioritas PDNU sampai dengan 2025.
Program Nasional ini yang menjadi acuan seluruh program PDNU di setiap tingkatan, baik oleh Pimpinan Wilayah (PW), Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Cabang Internasional (PCI), dan seluruh lembaga dan badan PDNU. NU Rescue (NUR), Aswaja Medical Institute, dan NU Medical Student Association (NUMSA) adalah segenap badan PDNU. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Umum PDNU dr. Dripa Sjabana, M.Kes.
Program nasional ini merupakan tindak lanjut dari pengejawantahan tema akbar NU di abad kedua pada bidang kesehatan yang berhasil dikristalkan pada NU Health Summit 2023 di Semarang lalu berupa isu strategis utama sebagai berikut:
1. NU harus dapat berkontribusi positif pada isu strategis kesehatan dunia
2. NU proaktif dalam menjaga tujuan NKRI dalam bidang kesehatan sesuai dengan Qonun Asasi NU
3. Dunia kesehatan NU proaktif sebagai bagian dari NU dalam menumbuhkembangkan dan menjaga Islam wasathiyah
4. Penguatan sumber daya kesehatan NU lintas ranah
5. Peran strategis puluhan ribu dokter NU (aswaja) dalam transformasi kesehatan Indonesia, dunia, dan perkembangan iptek kedokteran serta peran dakwah yang diembannya
6. Pendidikan tinggi kesehatan berafiliasi NU berperan signifikan dalam meningkatkan mutu insan kesehatan
7. Mendigdayakan Pendidikan tinggi kesehatan berafiliasi NU dan jaringan institusi layanan kesehatan berafiliasi NU.
PDNU sebagai organisasi berafiliasi NU melalui program nasional yang terpadu dan sinergis, diharapkan dapat menggerakkan lebih dari 30.000 dokter NU semakin kontributif dalam peningkatan derajat kesehatan manusia.
Ikhtiar yang lebih terorkestrasi ini juga terpecut atas baru 32,3 persen responden menyatakan peran NU sudah optimal di tengah masyarakat. Sedangkan kualitas Kesehatan (survei Litbang Kompas pada 24-26 Januari 2023; tingkat kepercayaan 95 persen, nirpencuplikan +4,33 persen). 47,3 persen menyatakan belum optimal dan selebihnya tidak tahu (20,5 persen).
Program Utama PD NU 2023-2028
A. Tranformasi organisasi menjadi lebih berdaya tumbuh-kembang, tangkas, dan mandiri
B. Membangun ketahanan kesehatan umat yang inklusif-kolaboratif
C. Syiar dakwah kedokteran aswaja
D. Merancang terapkan Kesehatan NU Emas 1469H (2047M) dan Kesehatan NU Digdaya 1544H (2120M)
Program Prioritas 2023-2025 yaitu: pengembangan & transformasi PDNU, Aswaja Medicine, Nusantara Medical Forum, Nusantara Conference & Expon in Medicine, Kiprah Dokter NU, dan NU Health Summit.

