KPK Mintai Keterangan 6 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Rumah Jabatan DPR

- Editor

Senin, 18 Maret 2024 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi rumah jabatan DPR RI.

“Hari ini (18/3) bertempat di gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Salah satu dari 6 orang yang dipanggil  adalah mantan karyawan brand elektronik Aramdhan Omargandjar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Aramdhan, KPK  5 orang  yang dipanggil yaitu:

1. Ariel Immanuel A M Sidabutar (Direktur PT Abbotindo Berkat Bersama)
2. Budi Asmoro (Direktur Utama PT Wahyu Sejahtera Berkarya)
3. Andri Wahyudi (Freelancer Koordinator Pengawas Lapangan RJA Ulujami-PT Sigmabhineka Konsulindo (Tahun 2020)
4. Andrias Catur Prasetya (Project Manager PT Integra Indocabinet)
5. Anita Emelia Simanjuntak (Ibu Rumah Tangga)

Baca Juga :  20 Peserta Seleksi Komisioner KPU Ponorogo Dinyatakan Lolos, Ini Tahapan Selanjutnya

Sebelumnya, KPK telah menaikkan status kasus dugaan korupsi di rumah jabatan (Rumjat) DPR ke tingkat penyidikan.

KPK juga menyatakan bahwasanya lebih dari dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka di kasus tersebut.

Baca Juga :  Polsek Simokerto Amankan Remaja Gengster, Ibunya Menangis dan Pingsan

“Lebih dari dua orang tersangka,” kata Ali Fikri.

Belum disebutkan secara detail, jumlah tersangka dalam kasus ini. KPK juga belum mengungkap para pihak siapa  saja nama-nama yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ali menambahkan, korupsi itu terjadi pada proyek pengadaan di rumah jabatan DPR pada tahun 2020 silam. Tersangka diduga melakukan sejumlah pelanggaran dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ) di proyek tersebut.

“Antara lain dugaan pelaksanaan dilakukan secara formalitas. Padahal melanggar beberapa ketentuan PBJ,”  tegas Ali.

Berita Terkait

Polsek Simokerto Amankan Remaja Gengster, Ibunya Menangis dan Pingsan
Alasan Beli Rokok, Wewe Malah Bawa Kabur Motor Tetangga Kontrakannya
Tiga Pria Asal Madura Ditangkap Polrestabes Surabaya, Usai Curi Kabel di Jalan Bubutan
H+4 Lebaran, Satgas Pangan Polda Jatim Cek Bapokting di Surabaya
Alasan Untuk Lebaran, Pria di Mojokerto Ditangkap Jualan Pil Koplo
KPK Jebloskan 10 Terpidana Korupsi di Kementerian ESDM ke Lapas Sukamiskin
KPK Segera Terbitkan Sprindik di Kasus Mantan Wakil Menkum dan HAM Eddy Hiariej
12 Hari Operasi Pekat Semeru 2024, Polda Jatim Tangkap 2.897 Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 08:48 WIB

Polsek Simokerto Amankan Remaja Gengster, Ibunya Menangis dan Pingsan

Selasa, 16 April 2024 - 19:29 WIB

Alasan Beli Rokok, Wewe Malah Bawa Kabur Motor Tetangga Kontrakannya

Sabtu, 13 April 2024 - 17:19 WIB

Tiga Pria Asal Madura Ditangkap Polrestabes Surabaya, Usai Curi Kabel di Jalan Bubutan

Sabtu, 13 April 2024 - 16:56 WIB

H+4 Lebaran, Satgas Pangan Polda Jatim Cek Bapokting di Surabaya

Senin, 8 April 2024 - 17:30 WIB

Alasan Untuk Lebaran, Pria di Mojokerto Ditangkap Jualan Pil Koplo

Sabtu, 6 April 2024 - 18:56 WIB

KPK Jebloskan 10 Terpidana Korupsi di Kementerian ESDM ke Lapas Sukamiskin

Jumat, 5 April 2024 - 22:34 WIB

KPK Segera Terbitkan Sprindik di Kasus Mantan Wakil Menkum dan HAM Eddy Hiariej

Rabu, 3 April 2024 - 17:17 WIB

12 Hari Operasi Pekat Semeru 2024, Polda Jatim Tangkap 2.897 Tersangka

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gempa Berkekuatan Mag5.0 Guncang Tuban

Rabu, 17 Apr 2024 - 15:56 WIB

KANAL VIDEO

VIDEO-Gunung Ruang Meletus, 828 Warga Dievakuasi

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:35 WIB