Polisi Duga Kematian Nenek di Ngawi Tak Wajar
NGAWI, KANLINDONESIA.COM: Polisi menduga kematian Suminten(64) warga Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi tidak wajar. Dugaan itu karena ditemukan darah yang keluar dari telinga kanan dan kiri korban.
Untuk mengusut kasus tersebut, anggota Satreskrim Polres Ngawi mengamankan Parsi (67) yang merupakan suami korban untuk dimintai keterangan..
Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan mengatakan, berdasarkan hasil visum, didapati luka akibat kekerasan pada bagian kepala. Korban juga diduga mengalami sumbatan laju napas.
Awalnya, kematian Suminten dilaporkan karena gantung diri. Namun saat dicek, pihaknya meragukan jika Suminten meninggal karena bunuh diri.
Joshua mengaku masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan oleh Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Soeroto Ngawi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Meski mendapati kejanggalan, polisi belum bisa memastikan apakah korban merupakan korban pembunuhan.
‘’Setelah dicek bersama Inafis Polres, ditemukan beberapa kejanggalan. Jenazah tergeletak di ranjang. Nah, ada tali jarik yang mengikat leher korban dengan simpul di depan. Kalau gantung diri kan harusnya di belakang atau di tengkuk,’’ terang AKP Suyitno.
Didapati darah yang keluar dari telinga kanan dan kiri. Diduga pukulan benda tumpul. Sementara saat ini, suami korban masih diamankan.






















