Namun, Herry juga tak membantah terkait ada driver ojol yang tetap memboikot segala bentuk orderan di Apartemen Puncak Kertajaya dan menginginkan gratis biaya parkir dengan durasi waktu 10 menit dan slot parkir gratis.
“Itu hak mereka. Kami tak bisa memaksa jika ada yang tetap keukeh (berpendirian) seperti itu,” ujar pria yang akrab dipanggil Herry Bimantara ini.
Solusi lainnya, lanjut Herry, rekan-rekan ojol bisa menyampaikan di awal saat menerima orderan melalui chat aplikasi bahwa ada biaya parkir sebesar 3 ribu yang harus ditanggung oleh customer.
“Kalau customernya menolak biaya parkir yang harus ditanggung, maka sampaikan solusi perihal ketentuan gratis biaya parkir yang sudah diterapkan oleh pihak managemen APK,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Jumat (15/3/2024) lalu, ratusan driver ojek online (ojol) menggeruduk Apartemen Puncak Kertajaya (APK).
Aksi solidaritas bertajuk “Save Motor Ojol” yang dimotori oleh “Perhimpunan Driver Online Indonesia” (PDOI) Jawa Timur ini dilakukan untuk menyikapi hilangnya dua motor ojol dalam kurun waktu sebulan terakhir, saat parkir diluar area APK untuk mengantarkan orderan yang dipesan oleh penghuni apartemen tersebut. (Ari)

