Dua Kategori Golden Ticket
Lebih lanjut, ada dua kategori kandidat penerima golden ticket. Pertama, golden ticket murni.
“Kami menilai golden ticket murni dari prestasinya. Bobot prestasi sebanyak 45 persen,” tandasnya.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu menambahkan bahwa selain prestasi, nilai akademik menjadi penentunya.
“Nilai rapor bobotnya sebesar 55 persen. Kalau ada penerima golden ticket murni dan kemudian peringkatnya di bawah yang tidak diterima, alasan pertama adalah karena prestasinya. Prestasinya sangat berbobot,” tuturnya.
Kedua, golden ticket hybrid. Kategori ini memposisikan bobot prestasi sebanyak 15 sampai 20 persen. Lalu bobot penilaian lainnya berasal dari rekam jejak akademik serta sekolah. Nantinya para kandidat ini akan UNAIR usulkan untuk bisa diterima pada SNBP.
“Selain prestasi, kriteria akademik tetap menjadi prioritas utama,” bebernya.

