“Apa yang kita saksikan bersama siang ini adalah apa yang sebetulnya disampaikan dalam Alquran Surat Ar Rahman. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan (fabiayyi ala – i robbikuma tukadzziban). Betapa mereka menunjukkan spirit of ramadhan yang begitu kuat untuk membaca dan mengamalkan Alquran,”kata Khofifah.
“Kita bisa saksikan bahwa ada suasana bahagia terpancar dari wajah mereka. Sebab sebelumnya mereka tidak mengerti bagaimana caranya beribadah, berdzikir, wiridan hingga membaca Al Qur’an. Tapi oleh Gerkatin dan juga Dinas Sosial, yang mengajarkan membaca Al Qur’an untuk para penyandang tuna rungu wicara hingga mahir seperti sekarang,” tegas Khofifah.
Di bawah Gerkatin dan juga Dinas Sosial Jatim saat ini sudah ada sebanyak 50 unit kelompok di luar panti yang rutin melakukan pembelajaran membaca Al Qur’an untuk para penyandang disabilitas tuna rungu wicara.
Untuk itu pihaknya mengajak jika ada masyarakat penyandang disabilitas tuna rungu wicara dan ingin belajar membaca Al Qur’an bisa ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Karena ada program belajar mengaji yang dilakukan setiap dua kali seminggu.
Dalam kesempatan ini, saat melakukan tadarrus bersama, Khofifah sempat meminta sejumlah santri difabel rungu wicara untuk membacakan sejumlah ayat dan surat dalam Alquran. Salah satunya yaitu Alquran Surat Baqarah ayat 186.

