Jadi Badut Jalanan, Ekosangmalam Ekspresikan Pahitnya Putus Cinta di Videoklip Lagu Rindu

- Editor

Selasa, 2 April 2024 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Ekosangmalam mengangkat tema badut yang bermimpi pada videoklip lagu terbarunya yang berjudul Rindu. Ia mengekspresikan perihnya perasaan putus cinta dengan menjadi badut jalanan pada videoklip tersebut, seperti dikatakan oleh Ekosangmalam pada awak media, Selasa (2/4/2024).

Ekosangmalam mendapatkan inspirasi lagu Rindu dari kisah nyatanya sendiri yang selalu tergagalkan cinta. Ekosangmalam merilis videoklipnya pada Sabtu (30/3/2024) di kanal YouTube Indonesia Records.

Seperti dijelaskan Ekosangmalam, lagu Rindu bercerita tentang cinta yang tak tersampaikan untuk dapat melanjutkan sebuah komitmen di akhir waktu. Dua insan yang berawal saling mencintai, saling mengikat hati, dengan mudahnya terguncang “gempa” yang tak terkendali, tanpa melihat betapa besarnya pengorbanan selama berkomitmen untuk sebuah penantian bahagia. Tapi, hasilnya hancur lebur tanpa debu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hargai sebuah pengorbanan akan penantian bahagia berdua, dan kesampingkan angin yang lewat, karena semua itu adalah ombak yang akhirnya bisa menghancurkan semua kebahagiaan,” kata Ekosangmalam.

Baca Juga :  Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids "Anti Bully" Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo

Ekosangmalam menjadikan sekitaran Tunjungan Plaza sebagai lokasi syuting videoklip tersebut. Videografernya Fandie dari Radio Garden Indonesia ada Fandie, dan Ari. Untuk Make up Artist-nya ditangani oleh Abi dari Exspression Models – Surabaya. Sebagai visualnya dibantu oleh beberapa talent, yaitu: Devi, Lenie, Jenni, Iwan Pay, Cahyo Men Kharisma, Yanuar, Vento, Rommy Vespa, Heri, Iwan Semar, Ara, Dina, dan Awank.

“Videoklip lagu Rindu mengekspresikan kerinduan untuk yang tak bisa didapatkan selamanya, karena semua adalah mimpi bagi “sang badut”. Semoga semua mendengar, melihat, dan merasakan apa yang aku rasakan, karena tidak mudah untuk melupakan, dan rindu itu berat,” kata Ekosangmalam.

Rulli Aryanto, Pemilik label musik Indonesia Records yang memproduksi dan mendistribusikan lagu tersebut mengatakan Ekosangmalam punya potensi, semangat, dan skill dalam berkarya. Jadi alasan terkuat bagi Rulli mengambil keputusan untuk berkarya bersama Eko Sangmalam. Rulli memilih Indonesia Records, salah satu label musik miliknya untuk jadi rumah bagi karya-karya lagu Ekosangmalam.

Baca Juga :  Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids "Anti Bully" Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo

Rulli Aryanto menyerahkan sepenuhnya proses kreatif kepada Ekosangmalam. Rulli dan Tixxy (Music Producer-nya) senang bisa ikut terlibat langsung dan melihat dari proses take vocal sampai pembuatan videoklipnya di Surabaya.

“Hal yang seru lagi adalah support dari teman-teman kreatif dan musisi Kota Surabaya pada proses pembuatan videoklip Ekosangmalam, sangat terlihat di dalam setiap prosesnya. Bukti salah satu kekuatan musisi Surabaya yang sangat bisa diacungi dua jempol, hehheheehe,” kata Rulli Aryanto.

Menurut Rulli Aryanto, lagu Rindu dari Ekosangmalam musiknya easy listening, tapi dikemas tanpa meninggalkan sisi musikalitas dan warna Ekosangmalam sebagai seorang musisi yang sudah banyak malang melintang di industri musik. Lagu Rindu semakin hidup, karena Ekosangmalam yang menulis dari pengalaman pribadinya sendiri.

Berita Terkait

Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo
Sambut Lebaran 2024 dengan Tayangan Seru di Cinépolis Cinemas Ponorogo
Ratusan Warga Nikmati Pesona Balon Udara, pada Babak Penyisihan Pertama Pekalongan Ballon Festival 2024
Komedian HM Cheng Hoo Djadi Galajapo Luncurkan Buku Antologi Puisi
Penyanyi Cilik Kenneth Trevi Kampanye Anti Perundungan Lewat Lagu “Jangan Bully” dan “Anti Bully”
Bangkitkan Ruh Lagu Anak Era 90-an, Messa Eko Rilis Lagu “Dicipta Bahagia” Karya Rulli Aryanto
Pakar Antropologi Ungkap Tradisi Penggunaan Uang Baru untuk THR
Berburu Malam Lailatul Qadar di Masjid Tegalsari Ponorogo, Berikut Akses Masuknya

Berita Terkait

Rabu, 17 April 2024 - 11:31 WIB

Kolaborasi Kenneth Trevi dan Miben Voice di Album Superkids “Anti Bully” Angkat Potensi Bukit Terbang Parang Tejo

Selasa, 16 April 2024 - 21:45 WIB

Sambut Lebaran 2024 dengan Tayangan Seru di Cinépolis Cinemas Ponorogo

Sabtu, 13 April 2024 - 19:42 WIB

Ratusan Warga Nikmati Pesona Balon Udara, pada Babak Penyisihan Pertama Pekalongan Ballon Festival 2024

Sabtu, 6 April 2024 - 09:49 WIB

Komedian HM Cheng Hoo Djadi Galajapo Luncurkan Buku Antologi Puisi

Jumat, 5 April 2024 - 15:47 WIB

Penyanyi Cilik Kenneth Trevi Kampanye Anti Perundungan Lewat Lagu “Jangan Bully” dan “Anti Bully”

Rabu, 3 April 2024 - 09:36 WIB

Bangkitkan Ruh Lagu Anak Era 90-an, Messa Eko Rilis Lagu “Dicipta Bahagia” Karya Rulli Aryanto

Selasa, 2 April 2024 - 08:04 WIB

Jadi Badut Jalanan, Ekosangmalam Ekspresikan Pahitnya Putus Cinta di Videoklip Lagu Rindu

Senin, 1 April 2024 - 11:21 WIB

Pakar Antropologi Ungkap Tradisi Penggunaan Uang Baru untuk THR

KANAL TERKINI

KANAL MILITER

Kasau Pimpin Sertijab Delapan Pejabat Utama TNI AU

Kamis, 18 Apr 2024 - 19:59 WIB

KANAL BANGKALAN

PP Jatim Kritisi Pelayanan Kesehatan UHC di Puskesmas Bangkalqn

Kamis, 18 Apr 2024 - 17:50 WIB