Kisah Arrasya, Mahasiswa Termuda Usia 15 Tahun Berhasil Lolos Masuk UNAIR Jalur SNBP

- Editor

Jumat, 19 April 2024 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Mahasiswa termuda Unair yang diterima jalur SNBP 2024, Mochammad Arrasya Madjid

Mahasiswa termuda Unair yang diterima jalur SNBP 2024, Mochammad Arrasya Madjid

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Mochammad Arrasya Madjid merupakan mahasiswa termuda Universitas Airlangga (UNAIR) yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024.

Sosok dengan nama panggilan Rassya tersebut resmi menjadi mahasiswa baru UNAIR program studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) dalam usia 15 tahun 1 bulan. Ia adalah lulusan dari MAS Unggulan Amanatul Ummah Surabaya.

Arrasya menceritakan bahwa, ia menempuh pendidikan akselerasi sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Masing-masing jenjang pendidikan tersebut dirinya tempuh lebih cepat setahun dari sekolah pada umumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Balik Akselerasi

Arrasya membagikan alasannya mengambil program akselerasi dengan penuh keyakinan.

“Saya memilih akselerasi karena ingin menyelesaikan studi lebih cepat dan efisien,” ucapnya kepada Unair News. Jumat, (19/4/2024).

Nyatanya, kelas akselerasi memiliki keunggulan tersendiri. Dibandingkan dengan kelas reguler, kelas akselerasi memiliki jumlah siswa yang lebih sedikit. Namun, yang membuatnya menarik adalah atmosfer kompetitif di antara siswa-siswa akselerasi.

Mereka saling mendorong dan bersaing dalam mencapai prestasi, sehingga saling termotivasi. Alhasil semua siswa di kelas akselerasi dapat mengikuti pembelajaran dengan serius dan fokus.

Mahasiswa baru UNAIR tersebut membeberkan bahwa kelas akselerasi memiliki jumlah siswa yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan kelas reguler. Selain itu, siswa akselerasi berada dalam lingkungan yang sangat kompetitif karena prestasi antarsiswa cenderung lebih ketat, sehingga saling termotivasi. Hal tersebut menyebabkan seluruh siswanya mampu belajar dengan lebih serius.

“Di balik kelebihan kelas akselerasi, siswa yang berada pada kelas tersebut hanya memiliki sedikit waktu untuk bersantai saat sedang luang dan merasa ada beban target untuk lulus sekolah lebih cepat,” tukas mahasiswa kelahiran 2009 tersebut.

SNBP dan UNAIR

Tak heran jika Arrasya berhasil terterima di UNAIR melalui jalur SNBP. Persiapan dan konsistensi dalam menjaga prestasi akademisnya sejak awal semester di MA telah membuahkan hasil. Selain itu, peningkatan nilai setiap semester juga menjadi salah satu strategi kunci untuk sukses dalam SNBP, hingga ia mendapatkan nilai rata-rata dalam kisaran 94.

“Dalam menghadapi SNBP, strategi dalam memilih program studi yang sesuai dengan minat dan tetap mempertimbangkan prestasi dibandingkan dengan pesaing lainnya sangatlah penting. Namun, tidak kalah pentingnya adalah berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan keberuntungan, serta selalu mengikuti arahan dari sekolah dan orang tua,” papar mahasiswa yang menyukai pelajaran matematika tersebut.

Bukan tanpa pertimbangan, Arrasya memilih UNAIR sebagai destinasi pendidikannya. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Terbaik (PTN) yang terkemuka di Indonesia, UNAIR memiliki prestasi membanggakan yang menjadi daya tarik bagi calon mahasiswanya, terkhusus bagi Arrasya.

“Latar belakang orang tua yang merupakan alumnus teknik elektro menyebabkan saya terinspirasi untuk mengambil program studi teknik di UNAIR. Saya memilih teknik industri karena berkeinginan untuk mengelola perusahaan dan program studi ini mampu menjembatani antara bidang keteknikan dengan ekonomi,” tuturnya. (ari)

 

Berita Terkait

Kisah Kakek Tukang Tambal Naik Haji Bersama Istri
Berhasil Jadi Teladan Para Aktivis Muda, Khofifah Terima Penghargaan ‘Perempuan Inspiratif Indonesia’ dari IMM Pusat
Puluhan Kepala Sekolah dan Guru SMP dan SMA di Lamongan Ikuti UKBI Adaptif Merdeka
Gelar Karya UPT SMPN 8 Gresik, Stop Bullying Tingkatan Prestasi Belajar
Buntut Polemik di SDN Sidodadi 2 Sidoarjo, Berujung Mediasi di Polsek Taman
SMA 2 Magetan Mewisuda 333 Siswa, 55 Diterima di PTN
Khofifah Dorong Yayasan Pendidikan Khadijah Kembangkan Ekosistem Berbasis Teknologi Digital dengan Penguatan Nilai Aswaja
SMK 1 Geger Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:58 WIB

Kisah Kakek Tukang Tambal Naik Haji Bersama Istri

Kamis, 23 Mei 2024 - 08:32 WIB

Berhasil Jadi Teladan Para Aktivis Muda, Khofifah Terima Penghargaan ‘Perempuan Inspiratif Indonesia’ dari IMM Pusat

Rabu, 22 Mei 2024 - 22:41 WIB

Puluhan Kepala Sekolah dan Guru SMP dan SMA di Lamongan Ikuti UKBI Adaptif Merdeka

Rabu, 22 Mei 2024 - 22:37 WIB

Gelar Karya UPT SMPN 8 Gresik, Stop Bullying Tingkatan Prestasi Belajar

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:41 WIB

Buntut Polemik di SDN Sidodadi 2 Sidoarjo, Berujung Mediasi di Polsek Taman

Rabu, 22 Mei 2024 - 19:54 WIB

SMA 2 Magetan Mewisuda 333 Siswa, 55 Diterima di PTN

Selasa, 21 Mei 2024 - 08:29 WIB

Khofifah Dorong Yayasan Pendidikan Khadijah Kembangkan Ekosistem Berbasis Teknologi Digital dengan Penguatan Nilai Aswaja

Senin, 20 Mei 2024 - 15:27 WIB

SMK 1 Geger Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024

KANAL TERKINI

KANAL JATIM

Gerindra Tertarik Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 23:34 WIB

KANAL NASIONAL

Pengembangan Kasus Korupsi di DJKA, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:54 WIB