Bentuk dari khidmad dalam usaha perdamaian abadi dan keadilan dunia termasuk penguatan pendidikan dan karakter generasi mendatang. Dengan menguatkan cinta kasih mulia dari rumah. Tenteram dari rumah tangga domestik menjadi rumah tangga dunia yang damai.
Penguatan kedaulatan di bidang ekonomi keluarga dan ekonomi masyarakat melalui usaha ekonomi dan koperasi, pembangunan lembaga pendidikan, poliklinik dan rumah sakit, dan lembaga sosial merupakan lahan kiprah perempuan dan laki laki secara bersama sama tanpa kecuali.
“Sebagaimana RA Kartini dan founding fathers Indonesia, perempuan Indonesia pasti mendambakan negara yang sejahtera lahir batin. Sejahtera adalah kata kata agung yang dulu paling banyak diungkapkan oleh para pendiri bangsa. Kata ini adalah cita cita sekaligus tantangan bangsa dan masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Yang dimaksud Indonesia sejahtera tak lain adalah kondisi bangsa yang memiliki keunggulan ekonomi, meningkatnya kesejahteraan rakyat, kualitas dan keunggulan sumberdaya manusia, kuatnya karakter kebudayaan dan peradaban yang unggul, penguasaan ilmu dan teknologi, berperan dalam perjuangan keadilan dan perdamaian dunia hingga dan pada akhir tahun 2045 menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.
“Dengan spirit kejuangan Kartini yang sudah kita miliki dan yang terus akan kita pupuk, saya yakin perempuan bisa turut aktif mewujudkan cita cita tersebut. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan kuat dan hebat di seluruh nusantara,” pungkas Khofifah.
(***)

