Terdakwa PPK Proyek PPP Tamperan Pacitan Dituntut 2,5 Tahun Penjara

- Editor

Kamis, 16 Mei 2024 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Sidang perkara Tindak Pidana Korupsi dengan terdakwa MA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan fisik Dinas Kelautan Jawa Timur di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan Pacitan kembali berlanjut.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (14/5) siang.

Dalam tuntutannya, JPU dari Kejaksaan Negeri Pacitan meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menghukum terdakwa dengan hukuman pidana penjara dan menjatuhi uang denda ratusan juta rupiah.

“JPU menyatakan terdakwa MA, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Yusaq Djunarto, Kasi Intelijen Kejari Pacitan.

Terdakwa dinilai melanggar ketentuan Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dikurangi masa penahanan,” imbuh Yusaq.

Selain pidana penjara, JPU memohon Majelis Hakim PN Surabaya menghukum terdakwa membayar denda sebesar Rp 100 juta atau subsidair 4 bulan kurungan penjara.

Baca Juga :  Konser Slendhang Biru Tak Pernah Usai Bakal Goyang Pacitan

Diketahui, terdakwa MA merupakan koruptor ke tiga pada perkara Tindak Pidana Korupsi mega proyek PPP Tamperan yang ditangani Kejari Pacitan. Pelaksana dan konsultan pekerjaan fisik senilai Rp 7,9 miliar lebih dulu diadili.

Korupsi berjamaah kegiatan fisik Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur itu menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 2,6 miliar. Terdakwa MA disebut terlibat korupsi berjamaah dengan kerugian Rp 1,8 miliar.

Sidang perkara Tipikor PPP Tamperan ini bakal berlanjut pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa.(Tim)

Berita Terkait

Konser Slendhang Biru Tak Pernah Usai Bakal Goyang Pacitan
Satlantas Pacitan Gelar Operasi Rutin, Antisipasi Balap Liar dan Pemakaian Knalpot Brong
Aswika Budhi Arfandy Jabat Ketua KPU Pacitan Periode 2024-2029
HUT Bhayangkara Ke- 78 Polres Pacitan Gelar Bhakti Sosial
Brigpol Miftah Nur Asrofi Babinkamtibmas Desa Purwoasri Sambangi Warga Binaan
Jumat Berkah, Satlantas Pacitan Berbagi Rejeki Kepada Tukang Becak dan Penguna Jalan
Sekolah Alam Pacitan Masuk Top 10 World’s Best School Prize 2024
Satlantas Polres Pacitan Bersama Jasa Raharja dan Dispenda Sosialisasikan Beretika dalam Berkendara
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 15:06 WIB

Konser Slendhang Biru Tak Pernah Usai Bakal Goyang Pacitan

Selasa, 18 Juni 2024 - 21:16 WIB

Satlantas Pacitan Gelar Operasi Rutin, Antisipasi Balap Liar dan Pemakaian Knalpot Brong

Selasa, 18 Juni 2024 - 13:57 WIB

Aswika Budhi Arfandy Jabat Ketua KPU Pacitan Periode 2024-2029

Senin, 17 Juni 2024 - 15:25 WIB

HUT Bhayangkara Ke- 78 Polres Pacitan Gelar Bhakti Sosial

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:40 WIB

Brigpol Miftah Nur Asrofi Babinkamtibmas Desa Purwoasri Sambangi Warga Binaan

Jumat, 14 Juni 2024 - 11:15 WIB

Jumat Berkah, Satlantas Pacitan Berbagi Rejeki Kepada Tukang Becak dan Penguna Jalan

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:09 WIB

Sekolah Alam Pacitan Masuk Top 10 World’s Best School Prize 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:51 WIB

Satlantas Polres Pacitan Bersama Jasa Raharja dan Dispenda Sosialisasikan Beretika dalam Berkendara

KANAL TERKINI

Komisioner KPU Ponorogo dari kiri, Sigit Putra R, R. Gaguk Ika Prayitna, Khusnul Khotimah, Amrul Sabrina, M. Arwan Hamidi. (foto:istimewa)

KANAL PONOROGO

Gaguk Prayitna Resmi Jabat Ketua KPU Ponorogo Periode 2024-2029

Kamis, 20 Jun 2024 - 11:34 WIB