Udang Kipas Jadi Alternatif Nelayan Pemalang Pada Saat Tidak Bisa Melaut.

- Editor

Selasa, 21 Mei 2024 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, KANALINDONESIA.COM: Udang kipas atau nelayan di pelabuhan Tanjung Sari Pemalang menyebutnya sebagai udang pletok, keberadaanya kini sulit dicari di perairan utara laut jawa, semakin hari semakin sulit ditemui,  kalau ada harganya bisa bikin geleng-geleng kepala pembelinya.

 

Berkaitan dengan arus bawah laut yang kencang serta fenomena terjadinya terang bulan di tengah laut utara jawa, sehingga menyebabkan banyak Nelayan menganggur,  tidak pergi melakukan aktifitas melaut seperti biasanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Anto kumis ( 45 ) Seorang nelayan warga kelurahan Sugihwaras, kecamatan Pemalang kota sudah hampir 6 bulan lamanya tidak mencari nafkah pergi melaut karena terjadinya fenomena arus deras yang dibarengi dengan munculnya terang bulan tersebut, akhirnya beralih mengandalkan jual beli udang Kipas.

 

Seperti hari ini Selasa 21 Mei 2024, lelaki dengan berperawakan tegap serta berkumis ini dijumpai di tempat warung makan depan kantor Satpolairud Pemalang sedang minum kopi sembari menunggu para Nelayan barangkali dapat Udang kipas untuk dibelinya,

 

” Sudah hampir 6 bulan saya menganggur tidak melaut karena arus deras dan terang bulan sehingga sulit untuk mencari ikan,” tutur Anto.

 

Untuk mengganti pekerjaanya, dirinya menjadi pembeli hasil tangkapan nelayan berupa Udang kipas untuk kemudian di jual kembali,

 

” Ini baru dapat dua ekor udang Kipas, ukuran sekitar 20 an centimeter panjangnya, saya beli dua ekor tadi Rp.60.000 ekor, saya kumpulkan di rumah dalam kondisi udang masih hidup, nanti kalau sudah cukup jumlahnya, saya jual ke pengepul di kota Cirebon, ” terang Anto.

 

Masih menurutnya harga jual untuk udang dengan kualifikasi super, panjang antara 30- 40 centimeter bisa sampai Rp 200.000 perekornya.

 

” Alhamdulillah mas buat pengganti saya ngga melaut, untuk sekali kirim sekitar 100 san ekor udang, hasil saya membeli dari nelayan kemudian dikumpulkan,” tutupnya.

 

Terpisah, ketua DPC HNSI Kabupaten Pemalang Abul Hasan mengatakan, jika pembelian udang kipas walaupun sedikit demi sedikit, jika terkumpul ratusan ekor nilai uangnya cukup lumayan,

 

” Ratusan ekor udang Kipas, jika dijual nilainya sama dengan puluhan Basket ( wadah ikan ) ikan teri,”  ungkapnya.

 

Sulitnya mencari udang kipas tersebut dikarenakan arus bawah laut yang deras di perairan utara Jawa saat ini, ditambah terang bulan.

 

Sementara bila arus air laut tidak deras udang kipas tersebut tidak terbawa arus dan kemungkinan udang tersangkut di jaring nelayan sangat kecil.

 

Sementara itu harga jual udang kipas di tingkat pengepul lagi bagus, Dimana untuk satu ekor udang kipas berkisar dari harga Rp,100 ribu hingga Rp,200 ribu tergantung ukuran udang, yang paling mahal ukuran super .

 

Udang kipas dari Kabupaten Pemalang merupakan salah satu andalan ekspor  Provinsi Jawa Tengah,  sebagian besar dikirim ke Jakarta, yang selanjutnya diekspor  ke Singapura, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya ( Ragil).

Udang Kipas Jadi Alternatif Nelayan Pemalang, Pada Saat Tidak Bisa Melaut.

*KanalIndomesia.com-Pemalang–*
Udang kipas atau nelayan di pelabuhan Tanjung Sari Pemalang menyebutnya sebagai udang pletok, keberadaanya kini sulit dicari di perairan utara laut jawa, semakin hari semakin sulit ditemui, kalau ada harganya bisa bikin geleng-geleng kepala pembelinya.

Berkaitan dengan arus bawah laut yang kencang serta fenomena terjadinya terang bulan di tengah laut utara jawa, sehingga menyebabkan banyak Nelayan menganggur, tidak pergi melakukan aktifitas melaut seperti biasanya.

Anto kumis ( 45 ) Seorang nelayan warga kelurahan Sugihwaras, kecamatan Pemalang kota sudah hampir 6 bulan lamanya tidak mencari nafkah pergi melaut karena terjadinya fenomena arus deras yang dibarengi dengan munculnya terang bulan tersebut, akhirnya beralih mengandalkan jual beli udang Kipas.

Seperti hari ini Selasa 21 Mei 2024, lelaki dengan berperawakan tegap serta berkumis ini dijumpai di tempat warung makan depan kantor Satpolairud Pemalang sedang minum kopi sembari menunggu para Nelayan barangkali dapat Udang kipas untuk dibelinya,

” Sudah hampir 6 bulan saya menganggur tidak melaut karena arus deras dan terang bulan sehingga sulit untuk mencari ikan,” tutur Anto.

Untuk mengganti pekerjaanya, dirinya menjadi pembeli hasil tangkapan nelayan berupa Udang kipas untuk kemudian di jual kembali,

” Ini baru dapat dua ekor udang Kipas, ukuran sekitar 20 an centimeter panjangnya, saya beli dua ekor tadi Rp.60.000 ekor, saya kumpulkan di rumah dalam kondisi udang masih hidup, nanti kalau sudah cukup jumlahnya, saya jual ke pengepul di kota Cirebon, ” terang Anto.

Masih menurutnya harga jual untuk udang dengan kualifikasi super, panjang antara 30- 40 centimeter bisa sampai Rp 200.000 perekornya.

” Alhamdulillah mas buat pengganti saya ngga melaut, untuk sekali kirim sekitar 100 san ekor udang, hasil saya membeli dari nelayan kemudian dikumpulkan,” tutupnya.

Terpisah, ketua DPC HNSI Kabupaten Pemalang Abul Hasan mengatakan, jika pembelian udang kipas walaupun sedikit demi sedikit, jika terkumpul ratusan ekor nilai uangnya cukup lumayan,

” Ratusan ekor udang Kipas, jika dijual nilainya sama dengan puluhan Basket ( wadah ikan ) ikan teri,” ungkapnya.

Sulitnya mencari udang kipas tersebut dikarenakan arus bawah laut yang deras di perairan utara Jawa saat ini, ditambah terang bulan.

Sementara bila arus air laut tidak deras udang kipas tersebut tidak terbawa arus dan kemungkinan udang tersangkut di jaring nelayan sangat kecil.

Sementara itu harga jual udang kipas di tingkat pengepul lagi bagus, Dimana untuk satu ekor udang kipas berkisar dari harga Rp,100 ribu hingga Rp,200 ribu tergantung ukuran udang, yang paling mahal ukuran super .

Udang kipas dari Kabupaten Pemalang merupakan salah satu andalan ekspor  Provinsi Jawa Tengah, sebagian besar dikirim ke Jakarta, yang selanjutnya diekspor  ke Singapura, Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. ( Ragil).

Berita Terkait

Warga Binaan dan Petugas Rutan Pemalang Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila
Optimis Direkom Gerindra, Petahana Bupati Pemalang Mansur Ambil Formulir Bacalon Bupati
Cuaca Buruk Ribuan Nelayan Pemalang Tidak Bisa Melaut
Home Industri Miniatur Kapal Remote Buatan Warga Pemalang Go Nasional
Jelang  Hari Raya Idul Adha 2024, Pedagang Hewan Korban di Pemalang Mulai Kebanjiran Pesanan
Ketua Ikatan Masyarakat Pemalang Siap Nyalon Bupati Ketika Diminta
Sering Mondar-mandir di Muara Sungai, Akhirnya Ular Sanca Tertangkap Warga
Ratusan Kapal Nelayan Tidak Bisa Melaut, Ini Penyebabnya

Berita Terkait

Sabtu, 1 Juni 2024 - 14:43 WIB

Warga Binaan dan Petugas Rutan Pemalang Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Kamis, 30 Mei 2024 - 06:54 WIB

Optimis Direkom Gerindra, Petahana Bupati Pemalang Mansur Ambil Formulir Bacalon Bupati

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:09 WIB

Cuaca Buruk Ribuan Nelayan Pemalang Tidak Bisa Melaut

Selasa, 28 Mei 2024 - 01:01 WIB

Home Industri Miniatur Kapal Remote Buatan Warga Pemalang Go Nasional

Selasa, 28 Mei 2024 - 00:50 WIB

Jelang  Hari Raya Idul Adha 2024, Pedagang Hewan Korban di Pemalang Mulai Kebanjiran Pesanan

Minggu, 26 Mei 2024 - 12:09 WIB

Ketua Ikatan Masyarakat Pemalang Siap Nyalon Bupati Ketika Diminta

Selasa, 21 Mei 2024 - 18:23 WIB

Sering Mondar-mandir di Muara Sungai, Akhirnya Ular Sanca Tertangkap Warga

Selasa, 21 Mei 2024 - 18:18 WIB

Ratusan Kapal Nelayan Tidak Bisa Melaut, Ini Penyebabnya

KANAL TERKINI

KANAL MILITER

PKB Berakhir di Seskoal

Sabtu, 15 Jun 2024 - 16:19 WIB

KANAL MILITER

Kasau Beri Arahan Kepada Seluruh Prajurit TNI AU Wilayah Makassar

Sabtu, 15 Jun 2024 - 13:26 WIB

KANAL HUKUM

Gugatan PT Best Chrusher Sentralindojaya Ditolak PN Surabaya

Sabtu, 15 Jun 2024 - 13:20 WIB

KANAL PEMILU

Pengamat Unair : Faida Peluang Menang Pilkada Jember 2024

Sabtu, 15 Jun 2024 - 09:27 WIB