“Tapi ada kepentingan yang harus dilayani, ada suara yang wajib didengarkan, ada gerakan yang harus melibatkan secara konsisten dan berkelanjutan. Karena ingat, politisi yang notabenenya akan menjadi pejabat publik, tidak bisa tidak, dia harus paham dan mengerti publiknya. Kuncinya kan di situ?” tutup Jokhanan sambil tersenyum. (TIM)s
Gen Z dalam Pilkada 2024, Pakar Stikosa AWS: Jangan hanya Dijadikan Obyek!

Bagikan
Baca berita lainnya:
