Ziarah Makam Ahli Tasawuf Dunia Imam Junaid Al Baghdadi, Khofifah Dapat Hadiah Selendang Kiswah

- Editor

Kamis, 30 Mei 2024 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAGHDAD, KANALINDONESIA.COM: Negeri Irak memiliki banyak tokoh ulama sufi yang mempengaruhi peradaban Islam dunia. Salah satunya adalah Assayyid Assyekh Imam Junaid Al-Baghdadi. Ia adalah seorang tokoh sufi yang banyak diteladani di dunia tasawuf. Ia juga dikenal sebagai pemimpin kaum sufi abad ke-3 Hijriah.

Selama muhibah di Kota Baghdad Irak, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa tak ketinggalan untuk berziarah ke makam tokoh sufi termasyhur setelah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang akrab dikenal sebagai Assayyid As Syekh Imam Junaid Al Baghdadi.

Terletak di kawasan Alawi Baghdad, komplek makam Syekh Junaid Al Baghdadi menjadi satu kesatuan dengan makam Imam Sarri As Saqathi, yang tak lain adalah paman dan juga guru dari Syekh Junaid Al Baghdadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bersama rombongan, kedatangan Khofifah di masjid dan makam Syekh Imam Junaid Al Baghdadi mendapatkan sambutan yang hangat pemangku masjid dan makam. Bahkan Khofifah secara khusus mendapatkan selendang kiswah Syech Junaid Al Baghdadi dari pemangku makam Imam Junaid Al Baghdadi yaitu Syeikh Cholil Ibrahim.

“Muhibah ke Baghdad Irak menjadi rangkaian ziarah ulama dan para tokoh sufi tersohor dunia. Salah satunya kami berkesempatan untuk bertawassul di makam Syekh Imam Junaid Al Baghdadi . Beliau adalah salah seorang imam besar dan salah seorang imam terkemuka dalam bidang tasawuf. Beliau juga memiliki sejumlah karamah luar biasa,” kata Khofifah, Kamis (30/5/2024).

“Beliau adalah ahli tasawuf dan fiqih yang mengedepankan tawasuth (moderasi) dalam setiap ajaranya. Ajaran tasawuf beliau menjadi panutan warga dunia khususnya sebagian besar bangsa Indonesia khususnya dari kalangan NU,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Adha, Khofifah: Raih Ketaqwaan dengan Ikhlas Kurbankan Karena Allah

Syekh Imam Junaid Al Baghdadi memiliki nama lengkap Abu Al Qasim Al Juanid bin Muhammad Al Khazzaz Al Qawariri As Sujj An Nahawandi. Ia lahir pada tahun 210 H di Baghdad dan wafat juga di daerah tersebut pada tahun 298 H.

Imam Junaid Al-Baghdadi lahir dari keturunan bangsa Persia yang sudah lama menetap di Baghdad. Keluarganya berasal dari Nahawand yang terletak di Provinsi Jibal Persia.

“Semasa hidupnya, Syekh Imam Junaid Al-Baghdadi adalah seorang pedagang sutra. Ia mendapat julukan Al Khazzaz yang artinya “Pedagang sutra kasar.” Beliau ditinggal wafat sang ayah ketika masih remaja. Sehingga beliau kemudian dirawat oleh pamannya dari garis ibu, yaitu As Saqati, yang kemudian juga menjadi guru utamanya,” urai Khofifah.

Di bawah bimbingan pamannya, Junaid Al-Baghdadi muda mendapatkan pelajaran mengenai ilmu-ilmu Islam. Mula-mula ia belajar mengenai fikih dan hadits. Kemudian dengan ketertarikan pada ilmu tasawuf yang tinggi, ia kemudian memperoleh pengetahuan tentang tasawuf dan menjadi seorang sufi andal.

Dalam perspektif Junaid Al-Baghdadi, tasawuf adalah keluar dari setiap akhlak yang tercela dan masuk kepada setiap akhlak yang mulia.

“Pandangan tasawuf Junaid Al-Baghdadi yang cukup terkenal adalah beliau pernah berkata, ‘Kita tidak mengambil tasawuf dengan banyak berbicara. Kita mengambil tasawuf dengan banyak lapar (puasa), bangun malam, dan meninggalkan segala kenikmatan-kenikmatan,’” kata Khofifah.

Menurutnya Junaid Al-Baghdadi, tasawuf itu mengandung beberapa sepuluh pokok ajaran. Di antaranya Tidak memperbanyak benda-benda duniawi dan malah menguranginya Contohnya harta. Lebih mengutamakan untuk Berserah diri kepada Allah SWT. Kemudian juga mengerjakan segala hal yang disunahkan karena cinta kepada ketaatan.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Adha, Khofifah: Raih Ketaqwaan dengan Ikhlas Kurbankan Karena Allah

Ajaran tasawuf mengutamakan sabar dari kehilangan dunia dengan tidak mengeluh dan meminta-minta, memilih-milih sesuatu ketika hendak mengambil atau mengerjakannya, banyak melakukan dzikir khafyy dan melakukan segala perbuatan dengan ikhlas hanya karena Allah SWT saja.

Tidak hanya itu, ajaran tasawuf yang diterapkan Syekh Imam Junaid Al Baghdadi adalah dimana seseorang memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah SWT sehingga ketika dilanda gelisah atau terasingkan, tetap bisa merasa tenang dikarenakan ada Allah SWT di dalam hati dan seluruh tindak tanduknya.

“Karya karya Syekh Imam Junaid Al-Baghdadi sangat mengemuka di dunia. Sepertti Amsal Al-Qur’an dan Ar-Rasail, kemudian Al-Munajat dan Syarh Syathiyat Abi Yazid Al-Bustami. Juga Tashih Al-Iradah,” urai Khofifah.

Secara khusus, Khofifah mengajak umat Islam di Indonesia untuk turut meneladani ajaran Syekh Imam Junaid Al Baghdadi. Terutama dalam memandang urusan-urusan ukhrowi yang jauh mengalahkan urusan duniawi.

Tak hanya itu, ia juga berterima kasih pada Syekh Cholil Ibrahim pemangku masjid dan makam Syekh Imam Junaid Al Baghdadi yang secara khusus menyambut dan mendampingi Khofifah beserta rombongan selama berziarah. Termasuk memberikan selendang kiswah Syech Junaid Al Baghdadi.

“Alhamdulillah semoga selendang kiswah ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menyemai ajaran Islam yang mengedepankan tawasuth (moderasi) sebagaimana yang selalu dilakukan oleh Syech Imam Junaid Al Baghdadi,” pungkas Khofifah.

(WA)

Berita Terkait

Hari Raya Idul Adha, Khofifah: Raih Ketaqwaan dengan Ikhlas Kurbankan Karena Allah
Jelang Puncak Pelaksanaan Ibadah Haji, Khofifah: Manfaatkan Wukuf di Arafah untuk Mohonkan Kedamaian Dunia
Muhibah Khofifah di Irak (8), Napak Tilas Kota Kelahiran dan Rumah Nabi Ibrahim di Babilonia
Dirikan Salat di Masjid Kufah, ‘Taman Surga’ Tempat Singgahnya Nabi Adam, Malaikat Jibril Hingga Nabi Muhammad SAW
Petik Keteladanan Tokoh Sufi Imam Ma’ruf Al-Karkhi, Selalu Ajarkan Kesantunan dan Konsep Cinta yang Lahirkan Tuma’ninah
Khidmad Mengharap Barokah, Khofifah Bersama Rombongan Khataman Manaqib Syech Abdul Qadir Al-Jailani Bersama Syekh Afeefuddin
Menjelajah Perpustakaan Al Qadiriyah, Perpusatakaan Tertua dan Terbesar di Negeri Pusat Peradaban dan Kebudayaan Islam
Belajar Kedermawanan dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Tradisi Berbagi dengan Fuqoro yang Sudah Berlangsung 800 Tahun
Tag :

Berita Terkait

Senin, 17 Juni 2024 - 11:56 WIB

Hari Raya Idul Adha, Khofifah: Raih Ketaqwaan dengan Ikhlas Kurbankan Karena Allah

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:19 WIB

Jelang Puncak Pelaksanaan Ibadah Haji, Khofifah: Manfaatkan Wukuf di Arafah untuk Mohonkan Kedamaian Dunia

Senin, 3 Juni 2024 - 09:10 WIB

Muhibah Khofifah di Irak (8), Napak Tilas Kota Kelahiran dan Rumah Nabi Ibrahim di Babilonia

Minggu, 2 Juni 2024 - 11:18 WIB

Dirikan Salat di Masjid Kufah, ‘Taman Surga’ Tempat Singgahnya Nabi Adam, Malaikat Jibril Hingga Nabi Muhammad SAW

Jumat, 31 Mei 2024 - 10:40 WIB

Petik Keteladanan Tokoh Sufi Imam Ma’ruf Al-Karkhi, Selalu Ajarkan Kesantunan dan Konsep Cinta yang Lahirkan Tuma’ninah

Kamis, 30 Mei 2024 - 15:28 WIB

Khidmad Mengharap Barokah, Khofifah Bersama Rombongan Khataman Manaqib Syech Abdul Qadir Al-Jailani Bersama Syekh Afeefuddin

Kamis, 30 Mei 2024 - 10:34 WIB

Ziarah Makam Ahli Tasawuf Dunia Imam Junaid Al Baghdadi, Khofifah Dapat Hadiah Selendang Kiswah

Rabu, 29 Mei 2024 - 10:46 WIB

Menjelajah Perpustakaan Al Qadiriyah, Perpusatakaan Tertua dan Terbesar di Negeri Pusat Peradaban dan Kebudayaan Islam

KANAL TERKINI

KANAL PONOROGO

Peringati Idul Adha, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kurban 11 Sapi

Senin, 17 Jun 2024 - 18:41 WIB