Perkuat Agama Islam, Ratusan Pelajar Ikuti Program Santri Kilat di PPTQ Al Maksum Kediri
KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Sebagai upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam di kalangan generasi muda. Ratusan pelajar dari berbagai sekolah mengikuti program santri kilat Pondok Pesantren Taman Qur’an (PPTQ) Al Maksum di Jalan Raya Pagut No.Gang 3, Kelurahan Blabak, Kecamatan. Pesantren, Kota Kediri.
Kegiatan santri kilat yang berlangsung selama 3 hari diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan, seperti pembelajaran tata cara sholat, Wudhu, membaca Al-Qur’an, serta kajian fiqih dan aqidah akhlak. Selain itu, para peserta juga mendapatkan bimbingan langsung dari Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo dan Ponpes P3TQ Al Hidayah Kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri.
Pengasuh Ponpes PPTQ Al Maksum, KH Izzat Sya’roni, menyampaikan, melalui program santri kilat, para pelajar dapat lebih mendalami ajaran Islam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus bertujuan sebagai upaya untuk membentuk karakter islami pada generasi muda khususnya pada momen libur sekolah.
” Kita mengadakan Pesantren kilat bertepatan dengan libur sekolah. Bertujuan supaya anak-anak belajar ilmu agama dengan maksimal tentang akhlak, etika, dan beragama ditengah masyarakat,” ucapnya, Sabtu (22/6/2024).
Ulama muda kharismatik Kediri yang akrab disapa Gus Izzat mengatakan materi yang diajarkan kaidah fiqih, tauhid, mendekatkan tentang akhlak agar moralitas generasi muda dapat terbentengi dari pengaruh negatif sehingga dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh yang merusak moral dan akhlak.
Materi yang diajarkan dalam program ini disesuaikan dengan usia para peserta santri kilat. Pembelajaranya juga berpedoman pada kitab kuning agar kemurniannya tetap terjaga dan sanadnya jelas. Secara tidak langsung para santri kilat dapat memperoleh keberkahan ilmu dari pengarang kitab kuning.
“Kami menggunakan kitab kuning, Kitab ini menjadi bagian dari warisan ulama terdahulu, dan telah terbukti dapat menjawab tantangan zaman,” terang Gus Izzat.
Selain mengajarkan materi dari kitab kuning. Kata Gus Izzat, para ustadz dan ustadzah yang mengajar dipilih dari pondok pesantren yang memiliki sanad keilmuan yang jelas, memastikan para santri kilat mendapatkan pendidikan agama yang baik dan berkualitas. Maka PPTQ Al Maksum mendatangkan ustadz dan ustadzah langsung dari Ponpes Lirboyo dan Ponpes P3TQ Al Hidayah Kota Kediri.
“Kami sangat memperhatikan kualitas pengajaran di pondok pesantren kami. Oleh karena itu, para ustadz dan ustadzah yang mengajar di sini dipilih dari pondok pesantren yang memiliki sanad keilmuan yang jelas akan sanadnya,” imbuhnya.
Lanjut Gus Izzat program pesantren kilat yang diselenggarakan oleh PPTQ Al Maksum digelar hanya selama tiga hari yakni 21-23 Juni 2024 dengan cukup membayar pendaftaran Rp 50 ribu. Telah berhasil menarik perhatian ratusan anak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Antusiasme yang tinggi ini di luar prediksi panitia, menunjukkan minat besar masyarakat terhadap pendidikan agama yang intensif selama liburan sekolah.
” Sebagai pengenalan Ponpes ke Masyarakat, kegiatan ini digelar 3 hari dan telah di ikuti 140 santri diluar ekspektasi kami sebelumnya, yakni sekitar 20 santri,” urai Gus Izzat.
Guz Izzat juga menambahkan
agar program pesantren kilat yang diselenggarakan dapat berkontribusi dalam memperbaiki moralitas generasi muda. Menurutnya, dengan berpegang teguh kepada ajaran agama Islam, generasi muda akan memiliki benteng pertahanan yang kuat dari pengaruh negatif, sehingga kelak mereka dapat sukses dalam berbagai bidang usaha atau meraih cita-cita mereka tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
” Program pesantren kilat ini bukan hanya sekedar mengisi liburan sekolah, tetapi juga sebagai upaya membentuk karakter dan moralitas anak-anak kita. Dengan pemahaman agama yang baik, mereka akan memiliki landasan yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan hidup dan godaan negatif,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan santri kilat putra, Rafardan Aqila Danis Irawan, mengatakan, mendapatkan banyak ilmu agama yang sangat berguna. Ustadz dan ustadzah yang mengajar sangat berkompeten, dan materi yang diajarkan sangat mendalam, berbeda dengan pelajaran agama di sekolah yang kadang kurang mendalam.
” Perasaan saya ikut mondok itu seru, ada banyak materi yang diajarkan oleh ustadz dan ustadzahnya yang belum saya terima di sekolah umum,” ujar santri kilat asal Kelurahan Blabak Kota Kediri.
Alasan Denis mengikuti program santri kilat di Ponpes PPTQ Al Hikam adalah mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan positif seperti mengikuti program santri kilat adalah pilihan yang sangat tepat ketimbang main game seharian dirumah.
” Ya ketimbang main game seharian lebih baik saya memilih untuk mengisinya dengan mondok disini,” kata Denis.
Terpisah, Perwakilan santri perempuan, Raisya Anindya Putri, mengutarakan, kebiasaannya buruk memainkan game seharian menjadi alasannya untuk mengisi waktu liburan sekolah dengan mengikuti program santri kilat.
Bahkan, menurut Raisya kedua orangtuanya juga sangat mendukung kiprahnya untuk mengikuti program santri kilat di Ponpes PPTQ Al Hikam. Selain positif mengurangi jam bermain dengan gadget ia memperoleh ilmu pengetahuan agama Islam yang lebih spesifik.
” Saya mendapatkan pengetahuan baru perihal hadast besar dan kecil, najis, kemudian tentang fiqih,” kata Raisya.(yan)






















