Pada kegiatan ini paling banyak ditemukan warga menderita penyakit darah tinggi, kolesterol dan diabet. Sedangkan untuk para santri banyak ditemukan mengalani penyakit kulit dan masalah pada gigi. Selain kuratif juga memberikan edukasi (preventif) sehingga nantinya warga dapat mencegah terjadinya penyakit tersebut.
“Dalam pelayanan medis ini kami melibatkan sebanyak 33 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis THT, dokter umum, dokter gigi, dokter muda ( DM) perawat umum,perawat gigi, asisten apoteker dan relawan YBSI. Kami akan mengubah idiom yang salah, yang selama ini melekat di pondok pesantren, bahwa santri itu terkena penyakit kulit, panuan, kudisan. Di era sekarang ini justru kami bertekad menciptakan santri yang ganteng, santri keren, yakni santri bersih dan sehat,” tegas Hisnindarsyah.
Sementara itu, Ketua YBSI Hj. Virly Mavitasari. SE. menambahkan bahwa penyakit yang umum diderita santri dan lingkungan ponpes adalah penyakit kulit seperti dermatitis dan scabies, juga infeksi saluran pernafasan (ISPA), sedangkan pada masyarakat umum, didapatkan penyakit hipertensi dan osteoartritis atau radang sendi.
”Adapun solusi pencegahan adalah peningkatan kesadaran pola hidup sehat seperti kebersihan serta pola makan termasuk pola hidup sehat,” jelas Virly.
H. Legowo Kadri selaku perwakilan Djarum Foundation, bersama Yudha Ardiwinata didampingi Novry Bernard Kumowal dan Arie Bagus Setiawan Perwakilan PT. Djarum dalam kegiatan Baksos tersebut.
Haji Legowo Kadri melalui Yuda Ardiwinata menyampaikan puji syukur kehadirat Allah SWT kegiatan pemberian pelayanan medis Ponpes Jatim ke 72 untuk masyarakat di sekitar ponpes dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan semua pihak. Harapannya, semoga dapat memberi manfaat bagi ponpes dan masyarakat.
Pelayanan Medis Masyrakat merupakan kegiatan rutin yang dilakukan melalui program Djarum Sumbangsih Sosial.Sejak tahun 2014, kegiatan ini telah melayani pemeriksaan medis lebih dari 70.000warga masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pembina RMI NU Jatim KH Muhammad Nizam Basari, Kades Bibrik Hengki Kurniawan, bendahara yayasan Reno Lego feroni. @wn

