“Saya wali santri dari RTS Kalisaripataskia, kami disini perjalanan dari Jambi menuju Situbondo itu berkisar tiga hari tiga malam, alhamdulillah perjalanan kami dari Jambi ke Situbondo itu berjalan dengan lancar. Anak saya mau mondok di Sukorejo, Situbondo ini karena ingin mendapatkan berkah dan berdasarkan keinginan dia sendiri karena ada beberapa tetangga itu yang nyantri di Sukorejo, Situbondo, berita dari mulut ke mulut, sehingga termotivasi anak saya untuk mondok di Sukorejo Situbondo,” ujar cawasabar asal Jambi, Kartika Sari.
Sementara itu, ketua rombongan dari Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Mursidi Nur yang juga Ketua Rayon IKSASS menyampaikan,” Kami sudah sampai ke Sukorejo kemarin tanggal 3 juli 2024 dengan rombongan yang luar biasa, karena antusiasme masyarakat Sapudi untuk memondokkan putra-putrinya ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan pada hari ini, kami mendampingi proses verifikasi dan juga menyerahkan calon santri baru kepada Pengasuh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy”.
Setelah prosesi sowan Kepada Pengasuh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy atau Nyai Hj. Nur Sari As’adiyah inilah, maka secara sah semua pendaftar disebut ‘Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo”. Yang kemudian menuju kamar yang berada di bawah naungan dengan sebutan ‘Daerah’ sebagai santri selama menempuh pendidikan dan pembelajaran di dalam pesantren.
Para santri walaupun nampak lelah, namun terasa bahagia karena semua proses yang dilalui telah menghantarkan kepada kesiapan untuk menempuh situasi dan keadaan baru sebagai para pencari ilmu.
Selanjutnya, para wali santri satu persatu meninggalkan pesantren, dan sudah memasrahkan penuh kepada kebijakan pesantren untuk menggembleng putra-putrinya dalam mengabdi dan mengaji.
Perjuangan para pencari ilmu telah menemukan muara pada ketekunan, kegigihan dan tekad yang dilandasi niat yang kuat untuk belajar dan terus belajar agar siap terjun ke masyarakat untuk meneruskan perjuangan Islam yang rahmatan lil alami.

