Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Bahas P-APBD Kesehatan, Komisi E DPRD Jatim Berharap Puskesmas Kembali ke Fungsi Awalnya Dibentuk

Bahas P-APBD Kesehatan, Komisi E DPRD Jatim Berharap Puskesmas Kembali ke Fungsi Awalnya Dibentuk


SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Komisi E DPRD Jatim minta agar anggaran untuk kesehatan di Jatim benar benar dilakukan dengan cermat oleh Rumah Sakit -Rumah Sakit milik Pemprov Jatim. Mitra Komisi E ini diminta benar-benar menggunakan anggaran untuk upaya masyarakat bisa sehat. dan jumlah pasien makin turun.
Dari hearing yang digelar dalam agenda kungker, Selasa (23/7/2024) ini, acara ini dipimpin Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Artono.

Dihadiri seluruh Direktur Rumah Sakit RSUD Dr Soetomo Surabaya, RS Saiful Anwar Malang, RS Haji Surabaya, RS Sudono Madiun, RS Menur, RS Karsa Medika Batu, mereka menyampaikan rencana anggaran untuk diajukan dalam P-APBD Jatim kaitannya dengan penambahan fasilitas pelayanan untuk pasien


“Kami berupaya agar bisa setingkat dengan RSCM dalam pelayanan dan fasilitas di RSUD Dr Soetomo, karenanya kita akan bangun gedung Unit intermadiet dan Bedah untuk mengurangi antrian operasi,” kata Dirut RSUD Dr Soetomo Prof. Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa.

Langkah ini sebagai upaya menyelesaikan solusi antrian pasien juga.


Sementara drg Vitria Dewi Direktur RS Menur berharap agar pihaknya tidak terlalu dibebani soal PAD sebab rumah sakit yang ditanganinya adalah menangani penyakit jiwa yang tidak bisa disamakan dengan RSUD lainnya, “Dengan anggaran yang kecil, Kami sedang berjuang mengubah stigma Rumah Sakit Menur. Orang mau berobat di Menur itu sudah bagus. Alhamdulillah sekarang sudah mulai terjadi, pasien non jiwa juga mulai datang. Secara keseluruhan memang meningkat. Ada dua hal yang bisa terjadi. Karena mereka sadar untuk memeriksa kesehatan mental mereka, atau justru penyakit jiwa yang meningkat,” ungkap Vitria


Kepala Dinas kesehatan Pemprov Jatim Prof. Dr. Erwin Astha Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM. Mengaku pihaknya terus berupaya agar masalah kesehatan benar benar bisa ditangani dengan maksimal. Dengan melakukan upaya Promotif dan kuratif. “Masalahnya adalah pemerintah pusat ini lebih memberi anggaran besar untuk kuratif, sehingga langkah promotif nya kurang mendapat porsi yang pas,” kata Erwin.
Erwin lantas mencontohkan banyaknya puskesmas yang saat ini lebih bersifat kuratif dengan menangani pasien, dari pada mengedepankan langkah promotif dengan membuat program penyuluhan, “Karena kalau kuratif kan langsung terasa hasilnya. Kalau promotif hasilnya baru terlihat beberapa tahun ke depan. Sebab ada badget (anggaran) besar ketika Puskesmas ini melakukan langkah kuratif seperti penangan pasien,” ungkapnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita