Padahal, ketika sudah berumah tangga mereka belum ada kesiapan baik mental maupun ekonomi serta lainnya, justru akan terjadi masalah-masalah baru. Misal, angka perceraian semakin banyak. Kalau mereka punya anak, anaknya tidak dapat perhatian yang akibatnya terkena stunting, putus sekolah dan lain sebagainya.
“Ke depan kami akan fokus di dalam penanggulangan kemiskinan di Jember dan kami akan fokus bagaimana melindungi anak-anak Kabupaten Jember yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan untuk menyiapkan dan membantu pemerintah pusat bagaimana bonus demografi harus betul-betul menjadi bonus demografi bukan menjadi bencana demografi di kemudian hari dan itu akan sesuai dengan target Indonesia emas di tahun 2045,” pungkas Gus Fawait. Nang

