MAGETAN, KANLINDONESIA.COM. Terjadi lagi, modus menakuti nakuti kepala sekolah dengan alasan melanggar penggunaan dana BOS. Ini terjadi di MTsN 4 Magetan beberapa hari lalu. Mengaku dari Lembaga Pengawas Dana BOS, 4 orang tak dikenal mendatangi kepala MTsN 4 Magetan, Giyana.
Diungkapkan Giyana, sekolahnya didatangi 4 orang yang tak dikenalnya. Awalnya, mereka menanyakan pengadaan seragam dan buku disekolahnya. Menurut mereka, hal itu melanggar aturan. Oleh karenannya, mereka meminta sejumlah dana operasional sebagai imbalan tidak akan memviralkan kebijakkan tersebut.
“Pelaku 4 orang, datang dihari Jumat sekitar jam 10.00 pagi dan mengancam akan meramaikan permasalahan yang dibawa mereka. Kemudian mereka meminta dana operasional agar permasalahan yang diketahui mereka ini tidak menjadi berita. Tapi kita mau dapat uang dari mana kok minta seperti itu,” jelas Giyana.
Setelah permintaan dana operasional tidak dipenuhi, akhirnya mereka meminta uang lagi dengan alasan untuk membeli laptop. Pun sekolah tetap tak bisa memenuhi.
“Akhirnya mereka ini minta uang untuk beli sarapan. Ya, kalau untuk makan sarapan aja terus saya beri 500 ribu tapi tidak mau. Akhirnya mereka minta 1 juta,” tambah Giyana.
Lebih parahnya lagi, saat mengisi buku tamu, empat orang pelaku ini justru menulis nama dan nomor HP salah satu wartawan di Magetan, Ashar. Serta salah satu kontraktor di Magetan, Lukman. Nampaknya mereka memakai nama dan nomor telepon orang lain untuk menghilangkan jejak.
(Arif_Kanalindonesia)

