“Banyak yang tidak percaya Jawa Timur berhasil menggandeng KCL untuk membuka kampus di Jawa Timur. Namun dengan semangat agar SDM Jawa timur bisa meningkat di tengah perkembangan yang pesat di sektor industri manufaktur maka alhamdulillah KCL bisa membuka kampusnya di Jawa timur,” ungkapnya.
Pada bulan September 2024 ini akan dimulai untuk dua program studi yaitu program studi digital economi dan digital future. Dua prodi ini sangat prestisius untuk diikuti oleh masyatakat Jatim.
Dikatakannya bahwa mencangkok atau mempercepat peningkatan kualitas SDM di Jatim adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditunda tunda. Sebab per Mei 2024 ini, sektor industri manufaktur Jatim sudah mencapai 35 persen. Jauh di atas capaian nasional karena Presiden Jokowi sempat menyampaikan bahwa target industri manufaktur di Indonesia di tahun 2045 harus mencapai 30 persen. Sedangkan Jatim sudah mencapai 35 persen di Mei tahun 2024.
“Maka meningkatkan kualitas SDM tidak bisa lagi ditawar. Karena jangan sampai anak-anak Jatim menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan industri manufaktur Jatim,” ucapnya.
Di akhir Khofifah Kembali menyampaikan bahwa kesejahteraan dan pembangunan Jawa timur tidak bisa dilakukan tanpa adanya harmonious partnership di antara semua pihak.
“Mari bergandengan tangan, menjaga kondusivitas Jatim, mewujudkan kemajuan pembangunan warga masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.
(WA)

