“Saya pernah bertemu dengan ‘musuh’ Pak Gozali, tapi bukan dalam konteks seperti Ukraina vs Rusia. Ini adalah musuh dalam bertarung ide dan gagasan. Dia mengakui kehebatan Gozali dalam organisasi politik dan ideologi,” ungkap Sutan Aji.
Peluncuran novel ini juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Cirebon, Erry Yudistira Ramadhan, putra dari Effendi Edo. Erry mengaku bangga dengan karya yang diluncurkan oleh Ishtar Vie dan Sutan Aji.
Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh pasangan ini merupakan contoh yang patut diikuti oleh putra-putri asli Cirebon lainnya. Ia juga menyebutkan bahwa novel ini berhasil mempertahankan keaslian budaya Cirebon, yang terlihat dari motif mega mendung yang menghiasi sampul buku.
“Ini menunjukkan bahwa mereka tidak melupakan ciri khas Cirebon,” tuturnya dengan bangga. (Muslimin)

