“Sektor pertanian Jatim banyak yang unggul dan jadi juara se Indonesia. Kita tahu Jatim produsen padi terbesar empat tahun berturut turut sejak 2020. Ini karena sebesar 18 persen Jatim menyumbang produksi padi nasional, ada 9,7 juta ton GKG. Jagung juga terbesar 30,63 persen terhadap produksi jagung nasional,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua DPD HKTI Jatim Arum Sabil menyoroti tantangan para petani dan juga. Banyak yang memiliki produk pertanian berlimpah tapi kemudian kurang memiliki nilai jual. Atau nilai jualnya murah. Maka dibutuhkan sinergi dengan banyak pihak.
“Oleh karena itu proteksi dan promosikan itu perlu dilakukan. Jangan sampai petani terjebak oleh pupuk palsu, pestisida palsu,” ujarnya.
Serta juga ada kebutuhan terkait pentingnya promosi, yaitu bagaimana para petani dan peternak mengenalkan bahwa produk hasil pertanian, peternakan, maupun perkebunan di Jawa Timur itu bukan hanya memiliki harga atau kualitas. Tapi juga sehat untuk dikonsumsi,” pungkasnya.
(WA)

