“Tumbuk” Sudah Lewat, BPBD Ponorogo Catat Kekeringan Meluas

ARSO 18 Okt 2024
“Tumbuk” Sudah Lewat, BPBD Ponorogo Catat Kekeringan Meluas

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: BPBD terus mencatat perluasan dampak kekeringan di Ponorogo akibat musim kemarau yang terus bergulir walaupun “Tumbuk/Kulminasi” sudah lewat.

Mitosnya, ketika matahari tepat berada diatas ubun-ubun kepala maka peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan tidak lama akan segara terjadi.

BPBD Ponorogo mencatat, setidaknya kekeringan sudah melanda 3.690 jiwa yang tersebar di 24 dukuh hingga Jumat, (18/10/2024).

Masun, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo mengatakan total sebaran kekeringan yang tercatat dalam data BPBD tersebar di belasan desa.

“Sebelumnya ada 17 desa yang terkonfirmasi terlanda kekeringan, hari ini sudah bertambah jadi 19 desa,”ucapnya.

Terbaru, pihaknya telah melakukan assesment di dua wilayah yang dilaporkan susut debit sumber airnya.

“Terbaru pada tanggal 15 oktober lalu di desa Slahung kami assesment, hasilnya memang debit air sudah kecil. Dua hari setelahnya di desa Tumpuk Sawoo juga sama, skala bencana sudah masuk kekeringan,”lanjutnya.

BPBD terus melakukan dropping air bersih seiring musim hujan yang belum juga turun.

Dengan demikian, 1.319 KK sudah terdampak kekeringan. Pun, BPBD rupanya telah meningkatkan status yang semula Siaga menjadi Tanggap.

“Karena sudah masuk kriteria, maka kami kemarin juga sudah naikkan status kekeringan,”tutupnya. (Imam_kanalindonesia.com)