Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Dengan Membawa Dagangan, Pedagang Pasar Induk Grosir dan Obrok Bertekad Menangkan Rilis Dua Periode

Dengan Membawa Dagangan, Pedagang Pasar Induk Grosir dan Obrok Bertekad Menangkan Rilis Dua Periode

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Ratusan pedagang grosir dan obrok pasar induk yang berjualan di lahan eks RSUD dr Hardjono, Keniten mendatangi posko pemenangan Rilis Roemah Perdjoeangan Rakjat yang berada di Jln HOS. Cokroamoto, Rabu(23/10/2024).

Kedatangan ratusan pedagang dengan membawa bahan pokok dan bumbu lainya yang merupakan dagangan yang mereka jual sehari hari tersebut untuk diserahkan kepada relawan pendukung Rilis.

Mereka datang atas inisiatif sendiri dan dengan sukarela untuk memberikan dukungan kepada Sugiri Sancoko-Lisdyarita.

Ketua Pasar Induk Ponorogo, Imam Syaifudin mengatakan, sejauh ini dengan kepemimpinan ‘RILIS’, pedagang pasar grosir dan obrok merasa sangat diperhatikan dalam berbagai hal. Diantaranya lokasi berjualan yang kondusif, aman serta nyaman.

Bahan bahan pokok tersebut nantinya akan disalurkan ke semua posko pemenangan Rilis.

“Kita sangat bersyukur, karena kami benar benar diperhatikan, diberikan fasilitas dan juga dipermudah dalam berdagang di lahan eks RSUD ini,”ucapnya.

Imam menambahkan, pihaknya bersama para pedagang masih memiliki satu permintaan jika nanti Rilis terpilih kembali memimpin Ponorogo, supaya dibantu untuk legalitas dari pasar tersebut, sehingga para pedagang akan lebih nyaman dalam berjualan sehari-hari.

Selain itu ditambahkanya, jika pasar induk grosir dan obrok tersebut, saat ini juga menjadi pemasok dagangan kebutuhan pokok tidak hanya untuk warga Ponorogo, akan tetapi banyak pedagang dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mengambil daganganya dari pasar yang berada di lahan eks RSUD tersebut.

Sementara itu Cabup Sugiri Sancoko mengatakan, dengan adanya dukungan dari pedagang grosir dan obrok pasar induk ini, tentunya menambah semangat untuk kembali melanjutkan amanah rakyat.

“Ya sudah sewajarnya, sahabat mendukung sahabat. Kita ingin pasar induk ini menjadi pusat (pasar) grosir besar di Ponorogo,” bebernya.

Dirinya menambahkan, pasar induk kan masih tahap uji coba dalam dua tahun terakhir ini. Maka hal ini sudah menjadi program ‘RILIS’ agar pasar induk segera ditetapkan sebagai pusat (pasar) grosir besar, karena perdagangannya juga mencakup daerah lain, ada dari Madiun, Ngawi, Purwantoro, Wonogiri bahkan Solo.

“Sehingga dengan demikian, tiga pasar di Ponorogo baik pasar eks stasiun, pasar legi dan pasar induk semakin ‘hidup’ sebagai sumbu dan peputaran perekonomian,” ungkapnya.

Jika mendapat amanah kembali, apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan dipenuhi. Termasuk mempedulikan para pedagang pasar induk ini, nantinya juga akan dilakukan revitalisasi pasar induk.

“Ya kurang lebih anggaran revitalisasi Rp 2-3 miliar, untuk mempercantik pasar induk, baik pagar maupun fasilitas umum. Seperti inginnya pedagang, pasar induk dapat legalitas sebagai (pasar) pusat grosir, nanti juga dilakukan penataan ulang tempat pedagang. Tempatnya luas, para pedagang jangan khawatir tak kebagian tempat preen (kawan),” pungkasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita