BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Menindak lanjuti hasil audit dari Inspektorat Kabupaten Bangkalan – Jatim terhadap 34 OPD dilingkungan Pemkab. Bangkalan. 11 OPD dan Badan diantaranya diketahui penganggaran parsipasi Pengarus Utamaan Gender (PUG) jauh dibawah standar, bahkan boleh dibilang sama sekali tidak menganggarkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo yang akrab disapa Yoyok. Dalam laporanya di acara Pelatihan Perencanaan Penganggaran Pengarus Utamaan Gender (PUG). Diikuti perwakilan dari 34 OPD dan Badan dilingkungan Pemkab. Bangkalan. Bertempat di Balai Pendidikan dan Latihan BKPSDM Bangkalan, Senin, 28 Oktober 2024.
Pelatihan PUG tersebut mengundang 6 nara sumber. Rincianya, 2 dari tim Fasilitator Jatim dan 4 dari Pemkab. Bangkalan terdiri dari Inspektur Inspektorat, Kepala Bappeda, Kepala BKPSDM dan BPKAD. Pelatihan berlangsung selama 2 hari (28- 29 Oktober 2024), besok tempat pelatihan di pindah ke gedung PKP-RI Bangkalan.
Kita berharap dengan diadakanya pelatihan ini, penganggaran partisipasi PUG naik sesuai regulasi serta tergantung dari masing – masing OPD dan Badan dilingkungan Pemkab. Bangkalan.
“Yang kita butuhkan semua OPD dan Badan tergerak dan berkomitmen meningkatkan anggaran untuk PUG, ” harap Yoyok.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ismed Efendi dalam kapasitasnya mewakili Pj. Bupati Bangkalan. Mengatakan bahwa dengan digelarnya Pelatihan Perencanaan Penganggaran Pangarus Utamaan Gender. Kesataraan gender dan keseimbangan antara kaum laki – laki dan perempuan serta hak emansipasi terus ditingkatkan.
Ismed mengakui selama ini telah terjadi ketimpangan antara laki – laki dan kaum perempuan dalam mengisi pembangunan, menempati posisi penting dan menduduki jabatan eselon 2 dilingkungan Pemkab. Bangkalan, saat ini belum mencapai 50 persen. Kedepan diharapkan peran kaum perempuan semakin ditingkatkan, minimal mendekati.
“Kalau tidak bisa 50 persen, minimal 30 persen kaum perempuan sudah bisa menduduki posisi eselon 2 di lingkungan Pemkab. Bangkalan,” pungkas mantan Kepala Bappemas Bangkalan tersebut. (sumaryanto_kanalindonesia.com)

