GRESIK,KANALINDONESIA.COM : Warga terdampak pencemaran lingkungan dari PT Adiprima Suraprinta alias Jawa pos grup blokir akses pintu gerbang utama pabrik, aksi tersebut adalah wujud luapan kekesalan mereka, sebab sudah melakukan mediasi berulang kali bahas dampak pencemaran lingkungan, namun, masih belum ada jalan keluar.
Pada Senin, (04/11/2024) mereka kompak, berkumpul di di depan pabrik sambil membentangkan spanduk ” Presiden Prabowo Sibuk Memperbaiki Gizi, PT Adiprima Suraprinta alias Jawa pos Rutin Sumbang Polusi.
Menurut warga Sumengko, Sukatni (56) Ia mengungkapkan kalau sudah menjadi korban pencemaran lingkungan selama bertahun-tahun.
“Warga hanya ingin ada perhatian dari pihak perusahaan, terkait dampak pencemaran lingkungan yang terjadi. Sebelumnya pernah ada kesepakatan antara warga RW 1 dengan warga, waktu itu duduk bersama di balai pedukuhan, namun, lagi-lagi itu hanyalah pepesan kosong,” ujar emak-emak yang mencari keadilan di lokasi unjuk rasa.
Dia juga mengatakan, selain polusi udara, dampak dari aktifitas produsen kertas itu, juga terkontaminasinya sumber air, yang ada dilingkungan setempat.
“Dulu untuk masak dan minum, kita ambil air dari sumur, namun setelah pabrik Jawa pos ini berdiri, air dalam bak mandi, baru sehari saja air sudah berubah menjadi keruh,” keluhannya.
Warga yang lain, Andik juga ikut meluapkan kekesalannya,” kami sempat ditunjuk menjadi perwakilan warga ikut mediasi dengan beberapa pihak, diantaranya Pemdes, dan Forkopimka serta beberapa perwakilan RT dan RW,” ujarnya.
Namun, lanjut Andik, setelah kami masuk ke kantor bersama beberapa orang perwakilan, ternyata pihak manajemen Jawa pos, sudah membuat format kesepakatan, yang disodorkan di Forum. Nah ini yang menurut kami tidak fair, harusnya kita duduk bersama dulu baru tercetus kesepakatan bersama,” ungkapnya.
Sementara Kepala Desa Sumengko, Subambang, sebelum massa bergerak ke perusahaan, pihaknya menyampaikan kepada warganya untuk tidak bertindak secara gegabah, Ia akan menjembatani polemik ini terlebih dahulu dengan perusahaan.
“Kami kemarin sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen perusahaan, hari ini kami akan berunding, rencananya akan digelar pada pukul 11 siang. Barusan ada informasi dari perusahaan diundur menjadi pukul 13.00 karena ada rapat internal. Kalau nanti dari hasil pertemuan saya dengan perusahaan, tidak ada solusi, akan kami kembalikan kepada panjenengan semua,” pungkas Jibin, sapaan akrab Kades Subambang. (Irwan_kanalindonesia.com)

