Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BATU

Polres Batu Kolaborasi dengan Petani, Lahan Tidur Disulap Jadi Produktif

Polres Batu Kolaborasi dengan Petani, Lahan Tidur Disulap Jadi Produktif
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata saat bersama petani melakukan pembukaan lahan.

BATU, KANALINDOMESIA.COM: Kepolisian Resort(Polres) Batu bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu serta pemerintah desa akan melibatkan petani lokal sebagai penggarap dan penerima manfaat untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif dengan ditanami jagung.

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan jika lahan tidur berlokasi di Jalan Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Luas lahan mencapai kurang lebih 10 hektar.

“Kami mendukung program pemerintah 100 hari ketahanan pangan dengan melakukan kolaborasi bersama DPKP dan pemerintah desa, untuk menyiapkan lahan dan membantu memasarkan. Kemudian, untuk tanaman jagung kita pilih karena di lokasi ini lebih efektif karena lahan tadah hujan,” ujarnya, Selasa (12/10).

Kapolres Batu mengatakan jika saat ini yang dilakukan yaitu menata lahan tidur ini menjadi lahan yang produktif dan siap ditanami. Terlebih program ini akan dijalankan secara bertahap menjadikan lahan tidur seluas 5 hektar akan ditanami jagung.

Untuk pelaksanaan pembersihan lahan dan persiapan lahan ini sedikitnya ada 150 orang yang terlibat mulai dari personil Polres Batu, Pemerintah Kota Batu, Petani dan masyarakat.

Terlihat lahan yang sebelumnya tidak produktif kini setelah dilakukan penataan dan persiapan maka terlihat sudah rencana matang untuk mensukseskan program ketahanan pangan.

“Tahap selanjutnya akan dilakukan bimbingan teknis hingga lahan tersebut difungsikan dan siap ditanam,” katanya .

Sementara itu, Kepala DPKP Kota Batu Heru Yulianto menambahkan bahwa dalam waktu dekat para petani akan mendapatkan bantuan bibit jagung dan pupuk.

” Karena ini untuk program pemerintah, maka dari Pemerintah Kota Batu mendukung penuh program ketahanan pangan nasional,” imbuh Heru.

Heru menjelaskan bahwa hasil panen jagung nantinya akan dialokasikan semua kepada petani. Tidak hanya itu, pihaknya juga membebaskan para petani untuk memfungsikan hasil pertanian baik dijual ke pasaran atau digunakan untuk pakan ternak mereka.

“Jadi para petani disini juga banyak yang memiliki ternak dan kebanyakan hasil panen jagung digunakan untuk pakan ternak. Sehingga tidak jadi masalah ketika hasil panen dipakai untuk konsumsi masyarakat maupun ternak. Kan misal sapi diberi jagung kualitas bagus, tentu produksi susu bisa lebih baik,” jelasnya.(Bowo)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita