Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANGKALAN

Carok Bukan Budaya dan Tradisi Masyarakat Madura

Carok Bukan Budaya dan Tradisi Masyarakat Madura

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Sepengatahuan saya kekerasan carok di Madura khususnya Bangkalan – Jatim, bukanlah budaya dan tradisi masyarakat Madura. Hal tersebut disampaikan Pj. Bupati Bangkalan, Arief M. Edie saat memberi sambutan pada Seminar Nasional. Bertajuk Menciptakan Budaya Penyelesaian Dendam Akibat Carok Berdasarkan Nilai – Nilai Adab Madura. Dihadiri ratusan tokoh masyarakat, ulama, tokoh blater, mahasiswa, praktisi akademia dan cendikiawan. Bertempat di pendopo agung Bangkalan.

Menurut penjelasan Pj. Bupati Arief, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Bangkalan. Merasa kedekatan teramat sangat dengan masyarakat Madura khususnya Bangkalan yang dikenal memiliki rasa kekeluargaan yang ramah dan humanis.

“Masyarakat Madura khususnya di Bangkalan dikenal kental dengan rasa kekeluargaan dan humanisnya,”ucap Pj. Bupati Bangkalan, Jum’at, (13/12/2024).

Menyinggung masalah carok yang secara sporadis masih terjadi, itu merupakan perkelahian biasa yang bersifat perorangan maupun kelompok. Serta tidak sesuai dengan makna carok berdasarkan sejarahnya.

Pj. Bupati Bangkalan, Arief berharap, dengan digelarnya Seminar Nasional yang bertujuan menghentikan penyelesaian masalah dengan kekerasan yang terkristalisasi secara turun temurun. Nantinya bisa memberi edukasi kepada masyarakat agar dalam penyelesaian persoalan lewat cara damai dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Seminar Nasional ditutup dengan pernyataan komitmen bersama dan bersepakat penghentian kekerasan serta dampak carok di Madura khususnya Bangkalan. Ditandai dengan pembacaan ikrar dan penanda tanganan Deklarasi Peletakan Senjata Tajam Diawali oleh Pj. Bupati Bangkalan, Forkopimda, tokoh masyarakat, ulama dan tokoh blater.

Sekedar diketahui, Seminar Nasional yang diinisiasi Fakultas Hukum Universitas Dr.Sutomo (Unitomo) Surabaya tersebut. Menghadirkan beberapa nara sumber, diantaranya Wakil Menteri Hukum RI, Prof. Dr. Edward Omar Syarif Hiariej, SH. M. Hum, Budayawan Madura, Zawawi Imron, Ketua MUI dan PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir, Rektor Unitomo Surabaya, Anggota Komisi VII DPR RI dan Wakapolres Bangkalan
(sumaryanto_kanalindonesia.com).

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita