BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan – Jatim. Menggelar unjuk rasa didepan Mapolres Bangkalan. Pada kesempatan tersebut mereka menumpahkan segala bentuk unek – unek yang berkaitan dengan maraknya kasus kriminal yang terjadi di Bangkalan.
Termasuk kasus pembunuhan seorang mahasiswi UTM Bangkalan, belasan kasus KDRT yang belum terselesaikan, salah satu mahasiswa UTM yang terkena jerat benang plastik di jembatan Suramadu baru – baru ini hingga mengalami luka cukup lebar dileher dan kasus lainya pada masa jabatan Kapolres Bangkalan sebelumnya (2024). Juga masalah keamanan di kampus UTM. Banyak yang tahu sudah ratusan sepeda motor mahasiswa yang raib. Sampai sekarang belum sepenuhnya terunhkap dan terpecahkan.
Anehnya, Polres Bangkalan kalau di media sosial (sosmed), seperti suka tebar pesona dengan memberitakan keberhasilan yang telah dicapai. Sedangkan kasus kriminal yang belum terungkap tidak diberitakan.
“Polres Bangkalan jangan suka tebar pesona di sosmed, ” teriak korlap PMII Komisariat UTM Bangkalan, Bahrul Ulum dengan lantang, saat berorasi, Senin, (20/1/2025).
Bahrul berharap peninggalan kasus kriminal dan kasus lain yang belum sempat tersentuh dan terselesaikan hingga kini. Agar menjadi PR bagi Kapolres Bangkalan yang baru AKBP Hendro Sukmono yang belum begitu lama memegang tongkat komando di Polres Bangkalan. Setidaknya sebagaimana harapan masyarakat, mampu meminimalisir kasus kriminalitas di Bangkalan.
“Jangan sampai Bangkalan mendapat julukan kota penuh problematika, ” ucapnya.
Sementara itu, suasana unjuk rasa yang berjalan hingga sore hari sempat tegang saat massa PMII membakar ban bekas dan hendak menerobos masik kedalam Mapolres Bangkalan. Namun dihalang – halangi barikade puluhan aparat dan diwarnai adu mulut. Suasana menjadi terkendali saat Kapolres Bangkalan yang baru, AKBP Hendro Sukmono turun dari mobil dinas dan menemui mahasiswa. Ban bekas yang dibakar kemudian dipadamkan, selanjutnya sesuai hasil kesepakatan mahasiswa diajak audiensi bersama Kapolres Bangkalan, diruang Serbaguna Polres Bangkalan. (sumaryanto_kanalindonesia.com).

