Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Eksbis

Kejatuhan Sritex, Sebagai Peringatan Besar bagi Industri Manufaktur Indonesia

Kejatuhan Sritex, Sebagai Peringatan Besar bagi Industri Manufaktur Indonesia

Kini, setelah kepailitan resmi diputuskan, tim kurator bertugas mengelola aset Sritex untuk dilelang guna melunasi kewajiban kepada para kreditur. Hak-hak karyawan menjadi prioritas utama dalam proses ini. Pemerintah harus gerak cepat mengevaluasi kebijakan industri tekstil nasional saat ini guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan meliputi peningkatan tarif Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk melindungi industri dalam negeri, insentif bagi produsen tekstil lokal, serta dorongan bagi industri tekstil untuk beralih ke produksi bernilai tambah tinggi seperti tekstil teknis dsb.

Sritex bukan sekadar berakhirnya sebuah perusahaan, tetapi juga menjadi peringatan besar bagi industri manufaktur Indonesia. Tanpa strategi bisnis yang kuat, manajemen risiko yang baik, dan dukungan kebijakan industri yang memadai, industri nasional dapat terus menghadapi ancaman serupa. 

Kejatuhan Sritex meninggalkan pelajaran berharga bagi dunia usaha dan pemerintah tentang pentingnya keseimbangan antara ekspansi bisnis dan keberlanjutan keuangan, serta perlunya kebijakan yang lebih melindungi sektor industri dalam negeri. Soal proteksi dan strategi, kita perlu belajar dari Vietnam, Taiwan dan Korsel.(agus irawan).

BalasTeruskanTambahkan reaksi

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita