“Bantuan tersebut tentunya menjadi bukti bahwa Pemprov concern terhadap umat khususnya di bidang pendidikan. Pastinya dari UMLA untuk Jawa Timur dan Indonesia,” terang dia.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Sukadiono menyampaikan, Muhammadiyah Jatim siap bersinergi dan berkolaborasi bersama dengan Pemprov Jatim.
“Muhammadiyah Jatim ingin selalu kritis dan kooperatif. Kritis artinya memberikan masukan agar kebijakan yang diambil tepat. Dan kooperatif artinya siap bersinergi, siap berkolaborasi untuk kepemimpinan ibu lima tahun ke depan,” katanya.
Secara khusus ia menyampaikan apresiasi kepada Khofifah, yang selalu mensupport universitas-universitas Muhammadiyah di Jatim melalui hibah.
“Kami merasa itu komitmen yang luar biasa. Ada 7 universitas Muhammadiyah di Jatim, dan semua sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov. Khusus Surabaya itu dua kali. Kami mengapresiasi sekali komitmen ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan ini juga diisi tausiyah kajian hikmah Ramadhan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Shodikin.

