Melalui langkah-langkah nyata ini, Polytama terus menegaskan posisinya sebagai perusahaan yang tidak hanya memperhatikan pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkomitmen dalam menciptakan lingkungan hidup yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.
“Oleh karena itu, kami menggandeng masyarakat sebagai mitra strategis dalam edukasi lingkungan,” jelasnya.
Suranto, seorang pedagang mie ayam bakso di Kawasan Kuliner Tjimanuk, Indramayu, merasakan langsung manfaat Biodigiester. Sebelumnya, ia harus membeli gas LPG setiap tiga hari. Sejak menggunakan biodigester, gas LPG bisa bertahan sampai enam hari sehingga menghemat pengeluaran dan meningkatkan pendapatan usahanya.
Keuntungan biodigester bukan hanya soal penghematan uang, tetapi juga membantu pedagang dalam mengelola limbah dagangan mereka. Dahulu, sampah sisa makanan hanya berakhir di tempat pembuangan sampah, bercampur dengan limbah lain yang sulit terurai. Kini, mereka punya sistem sendiri yang lebih efisien dan bermanfaat.
Ketua Forum Pedagang Kuliner Tjimanoek, Maman, mengakui bahwa program ini membawa dampak besar bagi pedagang di Kawasan Kuliner Tjimanoek. Bahkan, mereka bisa menghemat pengeluaran energi, sampai Rp150.000 dalam satu harinya.
Buat pedagang kecil, kata Maman, penghematan itu sangat berarti. Karena uangnya bisa dipakai buat tambahan modal atau ditabung.
“Biodigester bantuan Polytama ini benar-benar solusi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat” ujarnya.

