“Konsep Indonesia yang beliau bangun adalah kemerdekaan untuk umat. Sebuah cita-cita luhur untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu kolonialisme dan penindasan, baik secara fisik maupun mental,” lanjutnya.
Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan akar perjuangan tersebut. Menurutnya, semangat Bung Karno dalam memperjuangkan kebenaran dan membela rakyat harus terus dijaga, terutama oleh generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.
“Warisan Bung Karno bukan sekadar bangunan sejarah. Ia adalah penggagas moral dan spiritual. Kita perlu merawatnya, bukan dengan mengingatnya semata, tetapi dengan kerja nyata dalam memperkuat solidaritas, merawat kebhinekaan, dan membangun peradaban,” tegasnya.
Menag juga mengingatkan bahwa nasionalisme dan spiritualitas bukanlah dua kutub yang bertentangan. Bung Karno, kata dia, justru mengajarkan bahwa keduanya bisa berjalan beriringan.
“Beliau tidak pernah memisahkan agama dari perjuangan. Bahkan, nilai-nilai Islam menjadi fondasi dalam perjuangannya membela kaum lemah dan memperjuangkan kemerdekaan,” terang KH Nasaruddin.
Sementara itu, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyambut hangat ribuan masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk berziarah di Makam Bung Karno. Dia menegaskan bahwa Blitar merasa bangga menjadi tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator.
“Kota Blitar adalah kota yang istimewa, di sini Bung Karno disemayamkan. Atas nama masyarakat Blitar, kami mengucapkan terima kasih. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ucap Syauqul.
Dia menekankan bahwa ziarah ini bukan hanya ritual tahunan, melainkan wujud rasa terima kasih dan penghormatan terhadap jasa Bung Karno, serta ruang refleksi untuk melanjutkan cita-cita yang telah diperjuangkannya.
“Kita memiliki utang besar pada Bung Karno. Dengan berziarah begini, kita bisa meneladani ajaran beliau,” tambahnya.
Syauqul juga berharap agar momentum haul ini menjadi bahan renungan bersama agar cita-cita Bung Karno terus diperjuangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Semoga ziarah ini menjadi refleksi bersama, untuk bersama mewujudkan cita-cita beliau,” ucap Syauqul. Nang

