SURABAYA KANALINDONESIA.COM –
Kecelakaan di Selat Bali tepatnya alur penyeberangan Ketapang – Gilimanuk yaitu tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, sekitar jam 23 malam memantik kesedihan sekaligus keprihatian dari DPRD Jatim.
Dikonfirmasi tentang kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya, Ketua Komisi D Abdul Halim mencurigai adanya kelalaian yang disebabkan oleh manusia atau Human error. Politisi Gerindra ini mengatakan dengan adanya 4 penumpang yang tewas
menunjukkan lemahnya ketaatan terhadap peraturan keselamatan kapal tua dan abainya terhadap kelebihan kapasitas penumpang.
Karenanya kata politisi asal Madura ini, komisinya yang mengurusi bidang perhubungan akan segera melakukan koordinasi dan meminta komunikasi dengan Pemprov Jatim, pemerintah daerah serta pemerintah pusat. Ia melihat keselamatan penumpang kapal menjadi faktor utama.
“Melihat kejadian memang menjadi keprihatinan bersama. Jangan kemudian operasional murah dan supaya kapal tetap beroperasi ada hal yang diabaikan,” ungkap Halim, Kamis (2/7/2025)
Halim menegaskan menjadi hal paling penting adalah keselamatan transportasi. “Saya kira revitalisasi hal penting. Kapal layak sampai berapa tahun. Kapal yang memang tidak bagus, kepinggir. Karena keselamatan menjadi kunci utama,” tandas politisi asal daerah pilihan Madura ini lebih tegas.
Halim menyebut Kapal-kapal yang menjadi tanggungjawab ASDP, masih menunjukkan pelayanan buruk untuk transportasi laut di Jatim. Meski transportasi laut menjadi domain pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan. Kejadian kapal tenggelam menunjukkan lemahnya kepatuhan dan kedisiplinan penggelolah kapal. Sehingga terjadi humam error. “Kami merekomendasikan ke pemerintah pusat. Menjadi pelajaran dan perhatian. Dan harus ada perbaikan layanan transporasi laut semakin lebih baik,” tegasnya.
Komisi D mencatatat dalam diskusi informasi yang didapat, bahwa kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya diduga berasal dari kebocran mesin. Mesin kapal yang mati membuat kapal terseret ombak tinggi dan arus deras. “Kalau informasi didapat kondisi kapal kelihatan kotor dan hampir tidak terawat. Faktanya ada kejadian dan kebocoran mesin,” sebut Halim
Total yang ada di KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 65 orang. Terdiri dari 12 Anak Buah Kapal (ABK) dan 53 penumpang.
Terpisah proses pencarian dengan melibatkan petugas gabungan dalam kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya membuahkan hasil. Tercatat, sebanyak 31 orang yang telah ditemukan selamat dan sementara 4 penumpang meninggal dunia. Nang

