Adapun upaya peningkatan populasi sapi perah tidak hanya dilakukan PT. Greenfields Indonesia, melainkan PT. Bumi Rojokoyo Banyuwangi dan PT. Bumi Kironggo Joyo Bondowoso juga melakukan importasi sapi perah sebanyak 2.200 ekor. Sehingga, total sapi perah impor yang telah masuk ke Jawa Timur pada tahun 2025 adalah sebanyak 3.300 ekor.
“Kami berharap PT. Japfa Comfeed Indonesia akan melakukan impor tahap II dan PT. Greenfields Indonesia bisa melakukan pemberdayaan peternak kemitraan untuk memelihara sapi perah betina anakan atau calon bibit yang dihasilkan farm Greenfieds Indonesia di Malang dan Blitar,” jelas Khofifah.
Dirjen PKH Kementerian Pertanian Agung Suganda menambahkan upaya mendukung produksi susu sapi segar di Jatim, rencananya akan ditambah 10.000 sapi perah yang akan dimasukkan oleh PT Greenfield untuk mengisi peternakan baru di Blitar (farm unit 3).
“Insyaallah di tahun ini kami siap memfasilitasi bersama dengan Kepala Badan Karantina Indonesia untuk membantu dari segi perizinannya agar 10.000 ekor ini bisa terealisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Komisaris Utama JAPFA Syamsir Siregar mengatakan kebutuhan susu nasional terus meningkat sementara susu segar dalam negeri belum mencukupi. Japfa bersama griendfiels melalui PT santori memfasilitasi proses impor sapi perah dari Australia yang terpilih secara ketat dan seleksi penjamin mutu.
“Kami percaya pemberdayaan peternak lokal kunci yang kuat dan berkelanjutan. Maka program tidak berhenti satu saja melainkan mencakup teknis dan pembinaan berkelanjutan sehingga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan peternak dan mendorong generasi peternak yang mandiri dan dikelola sebaiknya,” tuturnya.
“Memberi solusi jangka panjang kemandirian produksi susu nasional mewujudkan ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.(Tim)

