CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Tokoh masyarakat Kota Cirebon, Mohamad Agung Sentosa, menyoroti lambannya proses pengisian sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon pasca pergantian Wali Kota.
Menurutnya, publik kini menunggu langkah tegas Pemkot, khususnya terkait posisi Sekretaris Daerah (Sekda) serta jabatan eselon II yang hingga saat ini masih kosong.
“Pemkot seharusnya segera melakukan langkah nyata dengan mempercepat proses lelang jabatan atau asesmen secara transparan. Jangan berlama-lama karena masyarakat membutuhkan pejabat yang siap bekerja,” ujar Agung, Jumat (29/8/2025).
Agung menegaskan, pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar pejabat yang menduduki posisi penting tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Jabatan Sekda ini sangat strategis. Jangan sampai sekadar formalitas dan justru tidak pro rakyat. Apalagi saat ini banyak persoalan di tengah masyarakat, Wali Kota harus berani bersikap tegas,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar proses seleksi tidak hanya mengakomodasi kandidat internal, tetapi juga membuka peluang bagi pihak luar yang memiliki kapasitas.
“Isu yang berkembang memang ada tiga calon. Namun, mengapa tidak membuka kesempatan lebih luas? Kalau demi kebaikan masyarakat Kota Cirebon, kenapa tidak,” tambahnya.
Agung menilai penting dibentuknya panitia seleksi (pansel) atau mekanisme serupa agar proses berjalan objektif dan akuntabel. Kriteria seleksi pun, kata dia, harus jelas dengan menekankan visi dan misi calon yang benar-benar berpihak kepada masyarakat.
“Semangatnya harus sama, siapa pun yang nanti terpilih, yang terpenting mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kota Cirebon,” pungkasnya.

