Dia menyebut, langkah ini sebagai bentuk dukungan digitalisasi sektor wisata. Sebab, QRIS Crossborder bisa memudahkan turis mancanegara saat bertransaksi hanya dengan aplikasi dari negaranya. Dengan hadirnya QRIS Crossborder, lanjut Arif, Pasuruan dapat menjadi destinasi wisata yang ramah digital. Sehingga sinergitas ini tidak hanya meningkatkan citra wisata, tetapi juga memberi peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Selanjutnya, kolaborasi dengan komunitas Jeep Bromo juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada 100 unit jeep yang sudah dipasangi branding QRIS Bank Jatim dan jumlah itu akan terus bertambah. “Dengan adanya QRIS di Jeep Bromo, wisatawan tidak perlu lagi repot membawa uang tunai. Ini juga akan mendorong ekonomi masyarakat Pasuruan yang bergantung pada sektor wisata. Tentu untuk ke depannya kami akan terus memperluas layanan ke lebih banyak merchant di kawasan wisata. Kolaborasi ini juga sejalan dengan upaya mendukung program Bank Indonesia dan OJK,” ungkap Arif.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Febrina menyampaikan, pengembangan QRIS Crossborder terus diperluas. Selain tiga negara, tahun ini juga sudah masuk Jepang dan uji coba di Tiongkok serta Arab Saudi. Menurutnya, digitalisasi pembayaran merupakan bagian penting dalam mendukung ekosistem wisata. “Kami mencatat, volume transaksi QRIS di Indonesia meningkat 522 persen pada tahun ini. Kalau di Pasuruan sendiri, pertumbuhannya 161 persen hingga Juni lalu. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk beralih ke non-tunai semakin kuat. Bank Indonesia berharap kolaborasi dengan Jeep Bromo dapat memperluas edukasi literasi digital. Wisatawan asing maupun lokal bisa merasakan kemudahan bertransaksi di lokasi wisata,” tutupnya. Nang

