Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Khofifah Bersama Menkop RI Buka Musywil Dekopinwil Jatim 2025, Dorong Revitalisasi Lapenkop untuk Peningkatan SDM Pengelola Koperasi

Khofifah Bersama Menkop RI Buka Musywil Dekopinwil Jatim 2025, Dorong Revitalisasi Lapenkop untuk Peningkatan SDM Pengelola Koperasi

Di Jawa Timur sendiri koperasi berperan sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data, kontribusi Koperasi UMKM terhadap PDRB Jawa Timur meningkat 0,9% pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 60,08%.

“Salah satunya yang langsung bisa memberikan resonansi terhadap pertumbuhan ekonomi di lini paling bawah itu Koperasi,” katanya.

Saat ini, terdapat 29.648 unit koperasi aktif di Jawa Timur (data ODS per 31/08/2025), dengan rincian sebanyak 416 koperasi binaan nasional, 1.119 koperasi binaan provinsi, dan 28.113 koperasi binaan kabupaten/kota, termasuk di dalamnya 8.494 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Bahkan Jawa Timur sempat menerima penghargaan “Provinsi Kontributor Koperasi Besar Terbaik” dalam ajang 100 Koperasi Besar Indonesia Award 2025 di The Trans Resort Bali, Kamis (19/6) lalu.

“Ini merupakan yang terbanyak secara nasional mencapai 13,96% dari total koperasi di Indonesia. Anggota sebanyak 5,99 juta orang dengan total aset koperasi di Jawa Timur mencapai Rp63,22 triliun, volume usaha sebesar Rp46,31 triliun, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp1,33 triliun,” terangnya.

“Kekuatan koperasi yang begitu besar dan kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian Jawa Timur, penting untuk terus memberikan penguatan agar koperasi dapat terus berkembang,” imbuhnya.

Sementara itu, dari 8.494 KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) yang baru dibentuk dan telah di-launching oleh Bapak Presiden pada tanggal 21 Juli 2025, sebanyak 175 KDKMP mulai beroperasi dan 166 KDKMP rata-rata masih memiliki gerai sembako.

“Ini membutuhkan penguatan agar koperasi dapat terus berkembang. Penguatan ini tidak hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitas, baik kualitas SDM, kualitas usaha, maupun kualitas produk yang dihasilkan,” katanya.

Dan Musyawarah Wilayah kali ini merupakan momentum strategis untuk mengonsolidasikan koperasi sekaligus menjadi momentum kaderisasi di jajaran Dekopinwil Jawa Timur. Melalui Musywil 2025, Dekopinwil Jatim semakin berkiprah sesuai perannya dalam memberikan advokasi dan pendampingan bagi koperasi.

“Selamat Musywil, semoga pikiran-pikiran strategis dari seluruh peserta segera dirumuskan dan kemudian kita siapkan plan of action dan kemudian kita wujudkan dalam program-program yang lebih memberikan manfaat kepada masyarakat ,” harapnya.

Sementara itu Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono menyampaikan perlunya sinergi dan kolaborasi Pemerintah dengan Dewan Koperasi Indonesia untuk bersama-sama mengupayakan agar koperasi kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional. Diantaranya dengan melibatkan Dekopin untuk menjadi mitra dan turut serta berpartisipasi dalam kegiatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.

Selain itu Ia juga menuturkan bahwa saat ini Kementerian Koperasi dan Dekopin berjalan berseiring untuk bersama-sama membuat koperasi lebih maju dan modern dengan mengupayakan koperasi-koperasi yang sudah eksisting menjadi lebih produktif.

“Kita akan mendorong koperasi-koperasi yang eksisting itu untuk bisa produktif dan kemudian kita dorong juga untuk menjadi ke arah industri dan nanti koperasi koperasi uang simpan pinjam akan kita dorong akan menjadi koperasi perkreditan yang lebih ke arah yang tidak konsumtif tetapi produktif,” kata Ferry Joko Juliantono.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita