“Karena kemarin WSD memang yang dilayani 1.000 anak, dari 3.000 yang diskrining dan membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Maka di Kangean, kalau terkonfirmasi usia sekolah, lalu ada skrining penglihatan dan kemungkinan butuh support kacamata tertentu, saya mohon disiapkan jenis kacamata yang dibutuhkan,” jelasnya.
Sehingga, lanjut Khofifah, apa yang dilakukan tuntas mulai dari pemeriksaan skrining hingga tindak lanjut. Menurutnya, akses untuk mendapatkan kacamata di Kepulauan mungkin tidak mudah. Maka, Gubernur Khofifah meminta pada Kadinkes untuk menyediakan kacamata sesuai hasil skrining penglihatan yang dijalani.
“Untuk skrining penglihatan saya minta tolong Kadinkes ditindaklanjuti, sehingga ada tim yang segera menyusul untuk membawa kacamata yang dibutuhkan. Saya mohon ini bisa 1 paket, sehingga kita turun, masalah selesai karena mereka mendapatkan solusi sampai final,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyorot kasus kusta, dimana Indonesia sekarang nomor dua kasus kustanya setelah India. Dirinya optimis dengan menggandeng Sasakawa Foundation, penanganan kasus kusta di Sumenep bisa diidentifikasi dan eliminasi.
“Mungkin bisa menjadi input untuk kita semua, beberapa waktu lalu salah satu foundation terkuat didunia yang bergerak untuk penanganan eliminasi kusta datang ke Grahadi, beliau minta kita siapkan tim yang agak komprehensif,” tuturnya.
“Nantinya bisa dilakukan pendataan yang bisa kita kuatkan dalam penanganan eliminasi kusta. Identifikasi, eliminasi kusta di Pulau Kangean. Harapannya kalau ada upaya penanganan secara lebih komprehensif, kita bisa betul-betul eliminasi bukan hanya proses penanganan sementara,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono menyampaikan pemberangkatan tim Pelayanan Kesehatan Bergerak menuju Pulau Kangean merupakan program yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-80 Pemprov Jatim. Selain itu program ini bertujuan memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah Kepulauan.
“Nantinya tim berjumlah 62 orang terdiri dari tenaga Kesehatan (dokter spesilalis, dokter, apoteker, perawat) dan tenaga pendukung lainnya siap memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan inklusif,” kata Erwin.
“Tim Yankes Bergerak memberikan akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan cepat bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan kepulauan di Jawa Timur,” lanjutnya.
Diakhir, Erwin menambahkan, sejak 2019 hingga 2025 masyarakat yang telah mendapatkan layanan sebanyak 13.816 orang. Ini tersebar di beberapa pulau di Jawa Timur seperti Pulau Sapeken, Pagerungan, Masalembu, Sapudi, Kangean, Gili Genting, Gili Ketapang, dan Raas.
Ia menyebut, Tim Yankes Bergerak juga berkomitmen menjalankan misi kemanusiaan luar biasa selama 6 tahun. Yang mana, program ini selalu disambut baik dan antusias oleh masyarakat Kepulauan bahkan ribuan warga sudah merasakan layanan kesehatan ini.

